Kapolsek Banjar, Kompol. Dedy (melepas topeng) saat tampil bondres di Pasraja tahun 2018. 
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com  — Ada yang menarik dalam Pagelaran Seni Rakyat Banjar (Pasraja) Tahun 2018 yang mengusung tema “Penggawa Kalpataru”, pada Minggu (7/10) malam.

Kala itu, Kapolsek Banjar, Kompol. IB. Dedi Januarta, ikut tampil ‘ngebondres’ bersama sejumlah seniman Bondres dari Sanggar Seni Sunari Bajra.

Selain menghibur, dalam penampilannya, Kapolsek Dedy  juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas yang mengocok perut ratusan penonton di Pasraja digelar di Lapangan Desa Banjar.

 

 

Sosok Kapolsek Dedi memang kental dengan jiwa seni. Malam itu, ia tampil secara total memerankan salah satu tokoh dan bersama Sanggar Seni Sunari Bajra.

Terang saja, ratusan masyarakat yang memadati areal pagelaran seni Banjar itu, sempat dibuat bingung dengan kehadiran sosok baru dibalik topeng tersebut.

Tampil sekitar kurang lebih 7 menit, topeng yang dikenakan dibuka. Saat itu, masyarakat yang menyaksikan pagelaran seni itupun riuh lantaran dibalik sosok baru itu adalah Kapolsek Banjar.

Sejak topeng dibuka, Kapolsek Dedy langsung menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat yang hadir saat itu.

Menurut Kompol Dedy, melalui Bondres ia ingin memberikan pesan kamtibmas kepada masyarakat secara langsung, yang dikolaborasikan dengan seni.

“Dengan bondres, apa yang menjadi pesan kamtibmas kami secara langsung didengar masyarakat, untuk menjaga situasi kamtibmas di wilayah Banjar,” kata Kapolsek Dedy, Selasa (9/10).

Menurutnya, seni dan budaya harus sejalan, sehingga mampu menjadi kegiatan pemberdayaan masyarakat itu sendiri. Dimana, dengan pegelaran seni dan budaya akan dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan seni budaya.

“Semua harus bisa sejalan dengan perkembangan tekhnologi, agar seni dan budaya tidak tergerus oleh jaman,” imbuhnya.

Bondres, sebut dia merupakan cara paling tepat dan sejuk untuk menyampaikan pesan kamtibmas agar diterima masyarakat dengan baik. Banyak hal yang disampaikan dalam pesan kamtibmas, saat tampil dengan pakaian bondres yang lengkap dengan baretnya diatas panggung.

Diantaranya, mulai dari kegiatan Sidang IMF-WB dimana Polri selalu memberi pengamanan dan kenyamanan bagi para tamu. Masalah narkoba yang diharapkan masyarakat menjauhi Narkoba, anak-anak muda diminta jangan ugal-ugalan di jalan raya.

“Kami harapkan, bisa bersama-sama antara masyarakat dan polisi menciptakan situasi yang kondusif,” pungkasnya.

Pagelaran Seni Rakyat Banjar (Pasraja) Tahun 2018, merupakan kegiatan rutin yang digelar. Memasuki tahun ketiga ini, Pasraja diselenggarakan mulai dari 4 Oktober sampai dengan 8 Oktober 2018, dengan menampilkan berbagai seni dan budaya yang ada di Kecamatan Banjar.

Tinggalkan Komentar...