Melalui UMKM, Bupati Buleleng Fokus Pemulihan Ekonomi Berbasis Kerakyatan

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat membacakan jawaban atas pandangan dari fraksi-fraksi di DPRD Buleleng
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat membacakan jawaban atas pandangan dari fraksi-fraksi di DPRD Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap capaian indikator makro daerah utamanya berkaitan dengan laju pertumbuhan ekonomi.

Bahkan tingkat kemiskinan meningkat dikarenakan pemutusan hubungan kerja (PHK) pasca sektor pariwisata terpuruk.

Kini untuk mengantisipasi hal itu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mulai memfokuskan pemulihan ekonomi berbasis kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Saat ini yang dilakukan Pemerintah Kabupaten adalah menjalankan strategi pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan dan konsep pemerataan agar tingkat kesenjangan tidak semakin melebar. Salah satunya melalui pemberdayaan kelompok masyarakat dan pemberdayaan pelaku UMKM.

Agus Suradnyana menjelaskan khusus pemberdayaan UMKM, tidak sedikit kegiatan yang digulirkan pemerintah. Seperti pemberian bantuan dana atau sarana prasarana bagi pelaku UMKM.

Baca Juga :  Kembangkan Calon Wirausaha, Badung Gelar “UMKM Badung Expo”

Tahun ini dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Kementerian UMKM, Pemkab Buleleng membangun sebuah gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).

Gedung tersebut untuk mempermudah akses pelaku UMKM mendapatkan pembinaan, pelatihan, serta pemberdayaan guna mewujudkan UMKM yang tangguh, berkualitas, berdaya saing, dan mandiri.

“Sebenarnya sudah menjadi model struktur makro kita sampai ke mikro. Dalam pandemi ini yang kita utamakan adalah memberikan pemerataan terhadap pendapatan. Artinya sektor UMKM yang harus digenjot,” terangnya usai mengikuti rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati tentang pandangan fraksi-fraksi di DPRD Buleleng.

Kemudian Bupati asal Desa Banyuatis ini menyebutkan sektor lain selain UMKM dan Pertanian belum bisa dioptimalkan. Ini karena pasar global yang masih rentan.

Baca Juga :  Pelatihan Tim Gabungan Selamatkan Korban Terseret Arus

“Kalau berbicara sektor manufaktur karena kondisinya masih pandemi, yang melibatkan pasar global masih rentan. Kemudian harga minyak masih tinggi tentunya masih menjadi persoalan. Sehingga kita gerakkan UMKM yang perputaran ekonominya terbatas,” imbuh Suradnyana.

Sementara untuk investasi, Bupati Suradnyana menugaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk membuat rencana tata ruang yang pasti untuk menghindari kerancuan status lahan. Sehingga investasi memberikan kenyamanan bagi pihak investor dan daerah.

“Saya harapkan dari PU ada kepastian menyangkut rencana tata ruang di Kabupaten Buleleng sehingga benar-benar mendetail mana yang boleh mana yang tidak, dengan begitu kerancuan yang selama ini terjadi bisa terjawab dan pengusaha bisa nyaman berinvestasi di Buleleng,” pintanya.

Baca Juga :  Rangsang Generasi Muda Lestarikan Seni dan Budaya Desa Selat Gelar Festival 

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan