Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat memberikan Dharma Wacana pada acara Bhakti Pepranian lan Penyineban di Pura Uun Danu Batur, Kintamani, Bangli, Minggu (18/11).
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat memberikan Dharma Wacana pada acara Bhakti Pepranian lan Penyineban di Pura Uun Danu Batur, Kintamani, Bangli, Minggu (18/11).
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, Balipuspanews.com – Masyarakat diharapkan semakin sadar dan meningkatkan diri dalam usaha menjaga kesucian serta kebersihan danau Batur untuk masa depan bersama. Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat memberikan Dharma Wacana pada acara Bhakti Pepranian lan Penyineban di Pura Uun Danu Batur, Kintamani, Bangli, Minggu (18/11). Dalam kesempatan itu, Wagub Cok Ace yang didampingi Ny. Tjok Putri Haryani Sukawati beserta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali AA Gede Geriya mengatakan bahwa Yadnya merupakan bentuk tanggung jawab umat Hndu sebagai bagian dari Tri Rna yaitu tiga hutang manusia.

“Pelaksanaan upacara yadnya ini sudah berjalan dengan sangat baik. Semoga ke depan masyarakat Bali, khususnya masyarakat Batur bias selalu diberkahi. Air danau tidak lagi fluktuatif dan selalu terlindungi,” jelasnya. Tentu saja Ia menambahkan Yadnya harus diimbangi dengan perbuatan dan komitmen yang nyata dalam menjaga lingkungan sekitar danau. “Seperti jangan membuang sampah sembarangan hingga bermuara ke danau, jaga terus kebersihan air danau sehingga tidak tercemar,” imbuhnya. Karena menurutnya hal itu sesuai dengan visi Pembangunan Bali saat ini ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yaitu membangun serta memelihara masyarakat Bali beserta isinya.

Selain itu, Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan Pemerintah Kabuoaten/Kota se-Bali akan terus mendukung pelaksanaan upacara-upacara Yandnya seperti ini. “Peprov Bali khususnya tiap tahun sudah menganggarkan dana punia untuk pelaksanaan upacara Yadnya, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga adat dan budaya Bali serta agama Hindu di Bali,” tandasnya.

Sementara itu Pengerajeg karya Jero Gede Batur menjelaskan bahwa tawur Agung Labuh Gentuh Meras Danu lan Gunung di Pura Ulun Danu Batur merupakan upacara yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali yaitu pada purnama kasa. “Akan tetapi karena sesuatu dan lain hal upacara tahun ini berlangsung sedikit terlambat selama 4 tahun. Jadi upacara terakhir yaitu 9 tahun yang lalu atau tahun 2009,” jelasnya.

Tujuan dari upacara ini adalah untuk menyucikan dan membersihkan kembali air danau sehingga bias memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. “Untuk memarisudha kembali air danau Batur yang cemar tersebut dan menjadi sumber berbagai bentuk jenis hama, maka Guru Wisesa, bersama subak-subak dan Krama Desa Batur melakukan persembahyangan ‘Karya Agung Danu Kertih, Tawur Agung Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung, Bhakti Pakelem Ring Segara Lan Puncak Gunung Batur’” jelasnya. Upacara ini menurutnya sudah berlangsung selama satu minggu dan puncak acara beserta penyineban dilaksanakan hari ini. Selain Pepranian dan Penyineban, hari itu juga dilaksanakan upacara Nuek Bagia Pulakerti, Mendem Bagia sert Bhakti Petingkeb.

Hadir pula dalam kesempatan itu anggota DPRD Bali I Wayan Gunawan serta Sekretari Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Gede Giri Putra, (rls/bpn/min).

Advertisement

Tinggalkan Komentar...