Selasa, Mei 21, 2024
BerandaDenpasarMelawan Saat Ditangkap, Jambret Lintas Provinsi di Dor

Melawan Saat Ditangkap, Jambret Lintas Provinsi di Dor

DENPASAR, balipuspanews.com – Dua residivis jambret berinisial SW,33, dan JA,23, bernasib apes. Kedua kakinya ditembak Polisi karena melawan saat ditangkap.

Kedua tersangka ini sebelumnya menjambret mahasiswi yang sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Raya depan lapangan Lagoon Benoa, Kuta Selatan, pada Sabtu 24 September 2022 pagi.

Menurut Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat, kedua jambret ini merupakan residivis dan kerap beraksi di Lintas Provinsi. Hal ini terungkap dari pengakuan kedua tersangka saat diperiksa.

“Keduanya residivis dan beraksi di antar provinsi,” terangnya saat rilis di Mapolresta Denpasar, pada Jumat (21/10/2022).

Dibeberkannya, kedua jambret ini ditangkap setelah merampas tas milik seorang mahasiswi bernama Elisya Safitri Anis Handayani,22.

Bermula korban mengendarai sepeda motor melintas di TKP, pada Sabtu 24 September 2022 sekira pukul 00.50 WITA. Tiba-tiba datang kedua tersangka mengendarai sepeda motor Mio dan langsung memepet motor korban.

Salah seorang pelaku langsung merampas tas korban berisikan Hp Xiaomi Redmi 8, charger, KTP, STNK, SIM, hingga buku tabungan.

BACA :  Daftar Pilkada di Demokrat, Sugawa Korry: Lanjutkan KIM untuk Buleleng Maju

Perempuan asal Tanjung Benoa, Kuta Selatan ini mencoba mengejar. Namun pelaku mengeluarkan pisau dapur dan menodong korban. Dibawah todongan pisau korban ketakutan dan walhasil tidak berani mengejar. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 3 juta.

“Korban mengurungkan niatnya mengejar karena diancam pisau,” ungkapnya.

Tim Resmob Polresta Denpasar melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Dalam pengejaran itu tersangka SW berhasil diringkus di rumahnya di seputaran Jalan Merta Nadi, Kuta, pada Kamis (20/10/2022) sekira pukul 15.10 WITA.

Menyusul kemudian tersangka JA ditangkap di kawasan Taman Griya Jimbaran, Kuta Selatan, sekira pukul 18.15 WITA.

“Keduanya melakukan perlawanan saat ditangkap sehingga diberikan tindakan tegas terukur di kakinya,” tandasnya.

Dipemeriksaan, tersangka SW mengaku pernah ditahan di Polresta Malang atas kasus perampokan warnet dan jambret di tiga TKP lainnya. Ia divonis pidana 6,5 tahun. Sementara, JA pernah ditahan di Kalimantan Barat dalam kasus curanmor dengan vonis 6 bulan.

“Keduanya ini teman satu tempat kerja dan memiliki pengalaman yang sama, mereka bersekongkol untuk beraksi lagi,” ujarnya.

BACA :  Duta Kesenian Barong dan Baleganjur Denpasar Siap Berikan Penampilan Terbaik di PKB XLVI

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular