Jumat, Juni 14, 2024
BerandaDenpasarMelintas di Jalan Merta Sari Sesetan, Pria asal NTT Ini Babak Belur...

Melintas di Jalan Merta Sari Sesetan, Pria asal NTT Ini Babak Belur Dikroyok Pemabuk

DENPASAR, balipuspanews.com -Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pepatah itu tepat dialamatkan ke Rudi Yanto Umbu Runga ,28. Pria asal Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dihajar hingga babak belur oleh gerombolan pemabuk saat melintas di Jalan Mertasari Sesetan, Minggu (10/5/2020) dinihari. Akibatnya wajah korban bengkak-bengkak setelah dipukuli menggunakan balok kayu.

Tak hanya dipukuli pakai kayu balok, motor korban Honda DK 3638 DX juga digasak para pelaku. Tidak terima dihajar dan motornya digasak, korban yang kos di Jalan Raya Sesetan Gang Lumba-lumba nomor 1A Sesetan melaporkannya ke Polsek Denpasar Selatan.

Cerita berawal, Rudi Yanto Umbu asal  Paboting Desa Bidipraing Kecamatan Lewa Tidahu Sumba Timur NTT, pada Minggu (10/5/2020) sekitar pukul 03.00 Wita, mulanya akan ke Pasar Suwung Sesetan. Dia mengendarai motor Honda warna putih buatan pabrik tahun 2013.

Tiba di Jalan Mertasari depan konter HP Sidakarya Sesetan, Rudi berpapasan dengan dua pelaku berboncengan naik motor. Kedua pengendara motor yang dalam keadaan mabuk itu menghadangnya. Tanpa sebab, para pelaku menendang motor korban hingga terjatuh.

BACA :  Ratusan Calon Bintara Polri Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani

“ Korban tidak kenal pelaku yang datang dan langsung menendang motor,” ungkap sumber dilapangan, Rabu (13/5/2020).

Belum sempat bangun dari jatuh, muncul dua pelaku lain mengendarai motor berboncengan. Pelaku ini terlihat membawa balok kayu dan menghantam wajah korban hingga bengkak-bengkak.

Kalah jumlah, korban tidak berani melawan. Ia berlari sekuat tenaga dan sembunyi di bawah mobil Carry milik warga yang parkir disana. Setelah para pelaku pergi, korban kaget motornya Honda dibawa kabur para pelaku.

Menyangkut laporan korban Rudi dibenarkan Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika, saat dihubungi Rabu (13/5/2020). Ia mengatakan kasus ini sudah didamaikan kedua belah pihak.

“ Sudah dimediasi. Kedua belah pihak sudah berdamai,” ujarnya.

Motif pengeroyokan itu, kata mantan Kanitreskrim Polsek Ubud Gianyar karena mabuk sehingga terjadi perkelahian.

“ Karena mabuk dan jadinya berantem. Motornya korban juga sudah dibalikin,” ungkap perwira penggemar olahraga  futsal ini.

PENULIS : Kontributor Polda Bali

EDITOR : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular