Membangun Daerah tak Mesti jadi Dewan
Penyerahan palu pimpinan Sementara DPRD Kabupaten KLungkung kepada AA Gde Anom
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA, balipuspanews.com Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta menghadiri Rapat Paripurna peresmian pengangkatan dan pengucapan sumpah /janji DPRD Kabupaten Klungkung Masa Jabatan 2019-2024. Pelantikan yang dilaksanakan Rabu (14/8/2019) dengan mengambil tempat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya.

Hadir dalam kesempatan itu , Sekrataris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra,  Ida Dalem Semaraputra, jajaran (OPD) Organisasi Perangkat Daerah dan undangan lainnya.

Sidang dibuka diawali oleh Pimpinan Dewan periode sebelumnya Wayan Baru dengan pembacaan agenda khusus rapat paripurna   peresmian pengangkatan dan Pengucapan Sumpah /Janji DPRD Kabupaten Klungkung Masa Jabatan 2019-2024.

Sebelum dilantik Bupati KLungkung Nyoman Suwirta usai mewakili Gubernur Bali saat hadir di tengah acara pelantikan sekaligus memberikan ucapan selamat kepada anggota DPRD Klungkung yang terpilih,serta diharafkan adanya komunikasi yang lebih baik kedepan antar lembaga. Bupati Suwirta  menegaskan setelah pelantikan ini agar semua pihak melupakan perbedaan.

Datang dari warna partai apapun, setelah dilantik dan menunaikan tugas, semuanya semestinya mengutamakan kepentingan bersama untuk membangun daerah.

“Membangun daerah tidak mesti menjadi bupati, atau anggota dewan, dari masyarakat biasa juga bisa. Asalkan punya niat dan komitmen mengabdi kepada masyarakat di sekitarnya,” beber Suwirta tegas.

    Sementara itu AA Gde Anom selaku Ketua DPRD KLungkung sementara setelah menerima palu pimpinan DPRD Klungkung dari Ketua lama Wayan Baru  sekaligus usai dilantik dan dikukuhkan sebagai anggota DPRD Klungkung ,menyatakan dirinya berjanji akan membuka lembaran baru yang lebih harmonis antara Eksekutif dengan Pihak Legislatif.

“ Saya berjanji akan membuka lembaran baru hubungan yang lebih harmonis dengan eksekutif ini untuk mengawal kepentingan masyarakat KLungkung,”ujarnya usai acara. .

Politisi senior yang juga Ketua DPC PDI.P Klungkung ini, ingin membangun keharmonisan, karena tanpa itu mustahil menciptakan proses pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat. Dia menegaskan, tidak menghiraukan intrik politik apa yang sudah terjadi selama periode sebelumnya. Pihaknya tidak mau terseret dalam situasi demikian, karena tidak mencerminkan marwah sebuah hubungan yang baik dalam menuntaskan suatu persoalan prinsip pemerintahan.

“Kami tidak peduli situasi lima tahun lalu. Kami hanya memikirkan bagaimana kami bekerja selama lima tahun ke depan. Sebagaimana pengalaman ketika menjadi pimpinan dewan, seharusnya antara eksekutif dan legislatif ada keharmonisan dalam satu visi untuk membangun daerah,” tegas politikus yang terkenal tegas ini.

Kita harus  memahami bagaimana hubungan kedua lembaga, maka segala kekurangan di antara kedua lembaga dapat disikapi dengan baik, bukan malah membuat situasi memanas, membuat kepentingan masyarakat terkesan terkesampingkan.

Setelah pelantikan, dia bersama unsur pimpinan dan anggota dewan lainnya, akan segera melakukan langkah-langkah.

Langkah pertama, akan segera membentuk tatib dewan, membentuk AKD (Alat Kelengkapan Dewan) hingga membentuk komisi-komisi. Selain itu, tugas dewan baru yang harus segera dituntaskan, adalah tunggakan dewan sebelumnya yang belum menuntaskan  pembahasan APBD Perubahan.

“Ini harus kami kebut, sehingga awal September pembahasan sudah dapat dituntaskan. Ego pribadi agar dihilangkan. Kedepankan kepentingan masyarakat. Termasuk juga mengenai APBD Induk 2020,” ujar AA Gde Anom memberi penegasan. (Roni/bpn/tim)