Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster melakukan  kunjungan dan memberi motivasi kepada sejumlah anak  yang terinfeksi HIV, di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, Denpasar, Selasa (24/12)
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster melakukan  kunjungan dan memberi motivasi kepada sejumlah anak  yang terinfeksi HIV, di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, Denpasar, Selasa (24/12)

DENPASAR, balipuspanews.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster melakukan  kunjungan dan memberi motivasi kepada sejumlah anak  yang terinfeksi HIV, di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, Denpasar, Selasa (24/12).

Dalam kunjungan yang dilakukan di  sela cuti bersama perayaan Hari Raya Natal, Ny Putri Koster  didampingi Ibu Wakil Wali Kota Ny Antari Jayanegara,  Plt Direktur RSUD Wangaya dr Dewa Putu Alit Parwita M Kes serta para medis lainnya, serta  berkesempatan berinteraksi langsung dan bertatap muka dengan anak-anak yang terinfeksi virus HIV sejak mereka lahir.

Ny Putri Koster memotivasi anak- anak untuk menjaga pola hidup sehat dan rutin mengkonsumsi obat untuk dapat menekan perkembangan virus tersebut. Di samping itu, istri orang nomor satu di Bali ini juga mengajak semua pihak untuk merubah stigma negatif terhadap para penyandang HIV/AIDS dan memperlakukan mereka di tengah masyarakat tanpa diskriminasi.

“Penderita HIV bukanlah monster yang harus kita takuti dan jauhi. Perlakukan mereka dengan baik, tanpa diskriminasi. Yang harus kita jauhi dan hindari adalah faktor penyebabnya, bukan penderitanya. Mari kita hilangkan stigma negatif terhadap penderita HIV,” katanya.

Seniman multitalenta ini juga meminta agar sosialisasi terkait penyebab serta pencegahan penyakit HIV/AIDS di tengah masyarakat terus dilakukan, sehingga tidak ada persepsi keliru terkait penyakit tersebut. Masyarakat perlu diberikan pemahaman terkait faktor resiko penyebab penularan HIV/AIDS seperti melalui jarum suntik serta  hubungan seksual dengan banyak pasangan dan lain sebaginya. Dengan sosialisasi yang tepat di tengah masyarakat, maka diharapkan jumlah penderita HIV dapat ditekan dan para penderita HIV bisa mendapatkan perlakuan yang sama di tengah masyarakat tanpa diskriminasi.

“Begitupula anak-anak ini, jangan sampai pihak sekolah melakukan diskriminasi pada mereka hanya karena mereka terinfeksi virus HIV. Sekali lagi yang kita harus hindari adalah faktor penyebabnya, bukan penderitanya. Anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk bersekolah seperti halnya anak-anak lainnya, ” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Ny Putri Koster juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada anak-anak yang terinfeksi virus HIV dan berpesan agar mereka tetap semangat untuk bersekolah dan mengkonsumsi obat secara rutin. (Rls/bpn/tim)