Mendadak Strok, Biaya Pengobatan Kakek Ini Dijamin Penuh JKN

Salah peserta JKN-KIS, Dewa Putu Monokan,80,
Salah peserta JKN-KIS, Dewa Putu Monokan,80,

BANGLI, balipuspanews.com – Begitu banyak hal yang tidak terduga di dunia ini. Salah satunya adalah pengalaman Dewa Putu Monokan,80,. Dahulu ia memiliki tubuh yang bugar dan jarang sakit-sakitan, namun kini ia terkena strok di usia senjanya. Hal tersebut diceritakan cucunya bernama Dewa Ketut Adiputra,26,atau yang sering dipanggil Tutde.

Tutde, yang ditemui Jamkesnews di rumahnya pada Selasa (21/6/2022), nampak mendampingi sang kakek untuk menceritakan apa yang dialami oleh kakeknya.

Penyakit strok yang begitu mendadak itu membuat keluarga Tutde begitu kaget, namun dengan sigap sang kakek langsung dilarikan ke rumah sakit agar segera mendapatkan pengobatan.

Beruntung penanganan medis yang cepat mampu menyelamatkan nyawa sang kakek. Tutde menyatakan ada bantuan dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjamin sepenuhnya biaya pengobatan sang kakek.

Baca Juga :  Rekonstruksi Pembunuhan Anggota Baharkam Polri di Mapolresta Denpasar

“Dalam kondisi panik, kami segera melarikan kakek ke RSUD Bangli sehingga segera mendapatkan penanganan dengan jaminan dari JKN, semuanya berjalan lancar tanpa biaya tambahan,” ungkap pria asal Bangli ini.

Usai menjalani pengobatan selama enam hari, sang kakek mengamai perubahan positif. Kondisinya mulai membaik hingga ia diperbolehkan pulang, namun tetap harus menjalani kontrol untuk memastikan kondisinya tetap stabil. Perawatan yang didapat sang kakek membuat keluarga Tutde tenang.

“Setelah kakek dirawat dengan baik, kami pun merasa tenang. Prosedur layanan yang kami jalani juga mudah, hanya menunjukkan kartu JKN sudah dilayani tanpa berbelit-belit,” lanjut Tutde.

Meskipun sudah dalam kondisi baik, sang kakek saat ini tidak dapat kembali beraktivitas seperti biasanya sebagai seorang petani. Usianya yang sudah renta ditambah pernah terkena strok membuat kakinya tidak sekuat dulu, bahkan saat ini ia harus mengandalkan tongkat untuk berjalan.

Baca Juga :  Petani di Desa Bengkala Diajak Menanam Jagung Sorghum

“Tetapi paling tidak kakek kami sudah mampu beraktivitas dan bekomunikasi dengan kami,” ucap Tutde. (adv)

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan