Mendalami Puncak Yoga di Ashram Yoga Nidra

Sebagian umat yang tergabung di Ashram Yoga Nidra, Tabanan
Sebagian umat yang tergabung di Ashram Yoga Nidra, Tabanan

TABANAN, balipuspanews.com – Yoga kini menjadi sebuah kegiatan yang sangat diminati oleh banyak umat manusia di berbagai belahan dunia. Termasuk pula diminati oleh masyarakat nusantara, termasuk Bali dan umat di Tabanan.

Hal tersebut terlihat dari aktivitas kegiatan yoga yang digelar di Ashram Yoga Nidra. Ashram ini berlokasi di Jalan Nuri, Gang VI nomer 3, Banjar Jambe Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan.

Seperti apa kisah keberadaan Ashram Yoga Nidra tersebut dan bagaimana sejatinya Yoga Nidra? Berikut ulasannya.

Menurut pemilik Ashram Yoga Nidra I Nengah Sugiana, berdirinya ashram ini berawal dari dorongan seorang rekannya sekaligus instruktur yoga I Wayan Putra. Nama tersebut merupakan warga Seminyak, Kuta, yang dikenalnya dalam sebuah program acara yoga disebuah stasiun televisi lokal disekitar tahun 2014.

“Pak Wayan Putra saat itu mendorong saya membuat ashram karena saat itu di Tabanan belum ada tempat bertemu bagi para penggiat yoga,” ungkapnya.

Diawal, untuk ajang sekedar berkumpul ataupun latihan yoga, dilakukan dihalaman rumahnya dengan kapasitas 15 orang. Namun semenjak dibuat tempat khusus di Ashram Yoga Nidra, bisa menampung hingga 40 orang.

Sugiana menjelaskan terkait pilihan nama ashram dan jenis pilihan yoga yang diambilnya yakni Yoga Nidra, bermula dari kenangannya terhadap para tetua dulu yang menyebutkan istilah Yoga Ningdra. Dalam sebuah acara di Pesraman Markandeya yang menghadirkan Swami Omkarananda menyebutkan dan bercerita tentang Yoga Nidra yang bermakna inti yoga.

Menurutnya, bersumber dari Astangga Yoga ada delapan jenis yoga. Yakni Yama, Niyama, Asana dan Pranayama yang termasuk hata yoga serta Pratihara, Darana, Dhyana dan Semadi yang termasuk raja yoga.

“Yoga Nidra ini termasuk bagian dari raja yoga. Dalam prakteknya, Yoga Nidra dilakukan dengan cara tidur terlentang atau sawasana,” jelasnya.

Senada dengan Sugiana, Pinisepuh Ashram Yoga Nidra I Gusti Agung Oka Ancak Putra mengatakan, Yoga Nidra ini sejatinya olah kesadaran bathin dan ibaratnya tingkat akhir atau puncak dari yoga. Sehingga peminatnya kebanyakan umat yang berusia diatas 40 tahun.

Prakteknya lanjutnya, badan terkesan tidur dengan lelap namun otak merekam. Ini artinya kesadaran seseorang sudah tinggi dan ini adalah salah satu aktualisasi untuk menyapa energi kesemestaan atau ketuhanan.

“Semua yoga bermuara pada energi kesemestaan atau energi ketuhanan,” tegasnya.

Lebih jauh ia kemudian menyebutkan berbagai manfaat Yoga Nidra. Seperti penyadaran diri terhadap fisik, memperkuat disiplin dan mental, meningkatkan kesadaran diri terhadap kesemestaan serta sebagai wahana untuk menyembuhkan beragam jenis penyakit.

“Kemampuan Yoga Nidra menyembuhkan berbagai jenis penyakit dikarenakan Yoga Nidra berfungsi mengaktifkan organ-organ dalam tubuh. Seperti ginjal, jantung, pencernaan dan sebagainya yang diaktifkan dengan latihan asana,” terangnya.

Sementara salah satu pengurus Ashram Yoga Nidra I Nyoman Kartika mengatakan bagi masyarakat yang ingin bergabung untuk bersama-sama melakukan Yoga Nidra ini bisa datang setiap hari Selasa dan Sabtu. Latihan berlangsung dari pukul 16:30 hingga pukul 18:00 WITA dan dipandu oleh empat orang instruktur.

Kartika mengakui, ashram ini masih memiliki berbagai keterbatasan. Seperti belum tersedianya toilet, perpustakaan dan beberapa fasilitas lainnya.

Syukurnya, dalam perjalanan dari awal hingga kini, ada beberapa donatur yang berkenan ikut mensuport sehingga mampu berdiri bangunan ashram yang terbilang sederhana. Bantuan juga sempat datang dari pihak Pemkab Tabanan dan dari Pemerintah Desa Dauh Peken yang membantu dengan alat berupa matras.

“Secara perlahan kami menata dan melengkapi fasilitas agar Ashram Yoga Nidra menjadi semakin nyaman bagi umat yang ingin memperdalam Yoga Nidra,” tutupnya.

Penulis: Ngurah Arthadana