Menhub RI Budi Karya Semadi Resmikan Pembangunan Pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul

Menhub RI Budi Karya Semadi,didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat peletakan batu pertama ground Breaking pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul
Menhub RI Budi Karya Semadi,didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat peletakan batu pertama ground Breaking pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul

SEMARAPURA, balipuspanws.com – Peletakan batu pertama peresmian ground breaking pembangunan pelabuhan penyeberangan sampalan dan bias munjul di Nusa Penida, Senin (3/8) oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Semadi, didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster dan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta.

Saat acara Ground Breaking tersebut hadir Menhub Budi Karya Semadi, Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dan Ketua DPRD AA Gde Anom dan Forum pimpinan daerah provinsi Bali dan Klungkung.

Sebelumnya dalam laporannya Dirjen Perhubungan Darat menyebutkan Demand Transport ke Wilayah Kecamatan Nusa Penida yang mencakup Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan telah terbentuk dengan jumlah kunjungan Wisatawan Domestik dan Wisatawan Mancanegara, dimana setiap hari rata-rata mencapai 3.913 orang, namun belum tersedia fasilitas pelayanan untuk naik-turun penumpang yang memadai.

“Terhadap kondisi tersebut, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan menyetujui usulan Pemerintah Daerah untuk menyediakan Anggaran Pembangunan Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul Dalam APBN Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2020, dengan alokasi anggaran masing-masing Pelabuhan Sampalan sebesar Rp. 88.151.324.700 mencakup Pekerjaan Breakwater, Pengerukan Kolam, Dermaga Fast Boat, Terminal Penumpang, Tempat Parkir Kendaraan dan Pekerjaan Prasarana Jalan, dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp. 112.403.019.700 dengan mencakup Pekerjaan Pengerukan Alur Pelayaran, Dermaga Moveable Bridge, Dermaga Fast Boat, Terminal Penumpang serta Tempat Parkir Mobil dan Sepeda Motor,” jelasnya

Dalam laporannya disebutkan pelaksanaan Pembangunan Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul ini, direncanakan dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran, namun karena adanya Pandemi Covid-19 dan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mematuhi protokol kesehatan, maka pelaksanaan pekerjaan menjadi 2 Tahun Anggaran dengan tahapan anggaran Tahun I untuk Pelabuhan Sampalan Rp. 38.980.495.000 dan Pelabuhan Bias Munjul Rp. 37.091.571.571.800.

Kemudian di tahun ke II untuk Pelabuhan Sampalan Rp. 49.757.910.000 dan  Pelabuhan Bias Munjul Rp. 75.312.448.900.

Sementara itu Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan sebelum peletakan batu pertama pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul ini disetujui Kemenhub RI, berawal dari niatnya awal dirinya menjabat Gubernur Bali.

Menurutnya pulau Nusa Penida yang kondisinya kering ini benar benar luput dari pembangunan selama pemerintahan sebelumnya. Disamping itu pulau ini juga sebagai pulau sakral karena taksu pulau ini adanya pura Ratu Dalem Ped yang membuat pulau Nusa Penida setiap saat dikunjungi warga Bali yang nyebrang ke Nusa Penida.

Karena itulah diawal pemerintahannya dirinya langsung menghadap presiden Jokowi  menyampaikan usulan terkait pembangunan pelabuhan segitiga emas Sanur, Ceningan dan Nusa Penida dan saat itu langsung disetujui presiden jokowi, seraya mendapatkan aplous dari para hadirin yang hadir.

“Adapun Arsitektur pelabuhan dibangun sesuai dengan kearifan lokal serta nantinya masyarakat yang akan datang ke nusa penida tidak perlu lagi angkat kain buka sepatu dan pengunjung akan nyaman dalam perjalanan ke nusa penida,” tegas Wayan Koster.

Dengan dibangunnya Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul ini, diharapkan pergerakan orang dan distribusi barang ke dan dari Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan menjadi lebih lancar dan nyaman, sehingga bukan saja diharapkan harga barang tidak jauh berbeda dengan di Bali daratan.

Namun yang lebih penting adalah Pemerintah Daerah dapat ikut hadir menata perkembangan kepariwisataan dan perekonomian untuk kepentingan semua lapisan masyarakat di kawasan Nusa Penida, dimana kawasan ini merupakan 2/3 dari luas wilayah Kabupaten Klungkung

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Semadi dalam sambutannya menyatakan perhatian pembangunan propinsi Bali menjadi prioritas Presiden Jokowi. Dirinya meminta pembangunan pelabuhan Sampalan dan Bias munjul bisa selesai tepat waktu. Dirinya berjanji akan memberikan bantuan kapal jika sudah selesai pelabuhannya.

“Saya tau komitmen Gubernur Wayan Koster yang merupakan teman sekolah saya waktu kecil. Karena itu saya berjanji setelah pelabuhan ini selesai di bangun saya akan berikan sebuah kapal untuk memperlancar penyeberangan Bali Nusa Penida ini,” janji Menhub Budi karya Semadi.

Usai memberikan sambutan Menhub Budi Karya Semadi, acara kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama Ground Breaking pembangunan Pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul, Nusa Penida.

Usai peletakan batu kemudian Menhub bersama Gubernur dan bupati Klungkung dan rombongan melanjutkan peninjauan Pelabuhan Bias Munjul dengan Boat gangga Ekpres.

Penulis/Editor : Roni/Oka Suryawan