Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat menunjukkan akun palsu facebook Risnha.
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SINGARAJA, balipuspanews.com — Melakukan penipuan dengan akun palsu di media sosial (medsos) facebook membuat seorang ibu rumah tangga berinisial KELD (28)  harus berurusan dengan pihak kepolisian. KELD dibekuk jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Buleleng, karena memanipulasi data autentik dengan nama akun Risnha.

Korbannya tak lain adalah temannya sendiri Luh Eka Apriliani (25) warga Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Modusnya, pelaku KELD memakai foto korban Luh Eka pada akun palsu facebook tersebut untuk melakukan aksi penipuan. Sebenarnya antara pelaku dan korban memang saling kenal sejak tahun 2012 lalu. Saat itu, pelaku sempat meminjam handphone milik korban selama beberapa hari.

Sebelum handphone itu dikembalikan, tak disangka ada niat terselubung dari pelaku dibalik peminjaman handphone tersebut. Setelah itu mereka terjadi lost contact, mengingat korban saat itu pergi ke Turki untuk bekerja beberapa waktu.

Aksi kejahatan KELD terungkap baru-baru ini, ketika seorang pria mendatangi korban Luh Eka untuk meminta uang.

Uang yang diminta itu disebutkan pria tersebut, adalah uang hasil penipuan yang dijanjikan akan dikembalikan oleh akun palsu facebook Risnha yang menggunakan foto korban Luh Eka. Merasa dirugikan karena fotonya dipakai pada akun facebook Risnha tersebut, korban Luh Eka melaporkan kejadian ini ke Mapolres Buleleng.

“Saya nggak tahu dari kapan dia pakai foto saya di akun palsu itu, dulu hp saya sempat dipinjam dia. Ada orang datang ke saya, langsung menangih uang. Ya kaget, memang  nggak tau. Selanjutnya, lapor polisi. Dulu memang saya temenan, lalu gak berhubungan lagi karena saya ke Turki kerja,” kata Luh Eka, Senin (15/4) di Mapolres Buleleng.

Sementara, pelaku KELD hanya bisa tertunduk malu. Ia mengaku, melakukan aksi itu atas inisiatif sendiri. Sudah ada beberapa pria ia mintai uang, dengan cara hasil menipu menggunakan akun palsu yang memasang foto korban pada profil facebook dengan akun Risnha.

“Sebagian sudah ada saya kembalikan. Uangnya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” singkat KELD pemilik akun facebook Risnha.

Seijin Kapolres Buleleng, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat mengatakan, modus operasi yang dilakukan pelaku yakni dengan sengaja memanipulasi data elektronik dengan tujuan data tersebut seolah benar.

“Dari penyidikan dan bukti, peristiwa ini adalah perbuatan pidana yang termasuk manipulasi data atau akun palsu melalui facebook,” terangnya.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone yang masing-masing berisi akun facebook Risnha. Bahkan selama melancarkan aksinya itu, pelaku sengaja menggunakan foto korban Luh Eka pada akun palsu facebook tersebut, agar bisa menarik perhatian pria-pria lain untuk dipacari.

Setelah itu, pelaku memintai sejumlah uang kepada pria-pria tersebut.

“Pelaku mengaku bekerja di Jepang. Saat ini sudah ada 4 pelapor mengaku jadi korban penipuan yang dilakukan oleh pelaku. Total uangnya ada sekitar Rp 18 juta,” pungkasnya

Kini, pelaku KELD terancam dijerat dengan pasal 35 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara dan atau denda paling Rp12 Miliar.

Advertisement
Loading...