Menjadi Daya Tarik, Desa Wisata Bakas Tambah Destinasi Wisata

Wisatawan lokal tampak menikmati desa wisata Bakas.
Wisatawan lokal tampak menikmati desa wisata Bakas.

SEMARAPURA, balipuspanews.com-Setelah berhasil lulus sertifikasi Protokol Kesehatan dari Dinas Pariwisata Klungkung, Desa Bakas melakukan soft launching pada Jumat (11/9/2020) lalu.

Destinasi pariwisata alami di area persawahan Subak Kelod, Desa Bakas, Banjarangkan ini menggaet wisatawan-wisatawan lokal.

Hal ini disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat Bakas yang juga menjadi anggota DPRD Klungkung, Wayan Widiana.

“Kunjungan wisatawan lokal sudah mulai ramai mengunjungi desa wisata Bakas ini. Hal ini terbukti pada data di Pokdarwis,” terang Wayan Widiana.

Widiana optimis kedepan kunjungan wisatawan lokal akan makin ramai mengunjungi Desa Wisata Bakas

Sementara itu, Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata, red) Desa Bakas, I Kadek Widiasa, saat ditemui Rabu (16/9/2020), membenarkan pembukaan wisata alami di area persawahan di Subak Delod, Desa Bakas, Banjarangkan, Klungkung sudah terlaksana pada Jumat (11/9/2020) lalu.

Widiasa mengatakan setelah pariwisata sempat lumpuh selama berbulan-bulan karena pandemi, pihaknya mulai berbenah dengan menyiapkan berbagai destinasi baru untuk mendukung Desa Wisata Bakas. Pihaknya pun ingin memaksimalkan kunjungan wisatawan lokal, saat hari umanis galungan mendatang.

“Setelah kami lulus sertifikasi protokol kesehatan, langsung kita buka soft launcing. Kami juga sedang siapkan pengembangan Desa Wisata Bakas dengan berbagai destinasi tambahan,” ujar Kadek Widiasa.

Untuk menambah daya tarik wisata, pihaknya menyiapkan berbagai sport baru yang biasanya digemari oleh wisatawan lokal.

Mulai dari perbaikan jalur tracking yang  sudah tertata dengan baik. Jalur tracking ini berada di tengah sawah, dengan panjang sekitar 3 kilometer. Lalu dibangun bale bengong disepanjang jalur tracking, yang dapat dimanfaatkan warga untuk beristirahat sembari menikmati kuliner laklak khas Desa Bakas.

Sudah dibangun juga tulisan ikon baru, dan berbagai wahana selfie. Termasuk menyiapkan fasilitas toilet di destinasi yang berada di area persawahan tersebut.

Kedepan wisatawan juga bisa menikmati tubing yang memanfaatkan arus Sungai Karang Suung.

“Kami memang mengejar waktu, agar bertepatan Hari raya galungan destinasi ini sudah bisa dikunjungi. Biasanya Umanis Galungan dimanfaatkan warga lokal untuk berwisata. Jadi dalam situasi saat kami ingin maksimalkan kunjungan warga lokal dulu,” ungkapnya.

Pokdarwis Desa Wisata Bakas melihat peluang, warga saat ini sudah mulai bosan dengan suasana pandemi. Sehingga perlu berwisata ke desa, untuk menikmati suasana alam.

” Tapi kami tidak mengabaikan protokol kesehatan. Tempat cuci tangan sudah kami siapkan di beberapa titik. Termasuk memasang poster yang berisi informasi pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Kedepan desa wisata Bakas ini terus akan dikembangkan, dengan pembuatan wahana baru yaitu rumah pohon dan bumi perkemahan.

“Sementara kami tidak mengenakan tiket. Namun masih berupa dana punia, atau suka rela untuk biaya masuk ke destinasi wisata di Desa Bakas,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Roni/Oka