Menjadikan Bugel Desa Ramah Keluarga Melalui CoE Family Welfare And Happiness

Melalui pengembangan model CoE Family Welfare and Happiness diharapkan dapat memberdayakan potensi lokal. (foto: Deputi Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga BKKBN, M. Yani)

JAKARTA, balipuspanews.com – Saat ini Indonesia masih dihadapkan dengan
permasalahan keluarga. Mencakup kualitas tumbuh kembang anak, pembentukan karakter remaja, pendampingan lansia, hingga kemiskinan.

Dalam mengatasi permasalahan ini, dinilai perlu upaya pembangunan keluarga yang lebih baik dan optimal. Sehingga dapat mewujudkan keluarga sejahtera dan bahagia.

“Melalui pengembangan model CoE Family Welfare and Happiness diharapkan dapat memberdayakan potensi lokal dan menemukan inovasi baru yang dapat mengembangkan suatu wilayah/desa yang
dapat mensejahterakan dan membahagiakan seluruh keluarga yang ada di wilayahnya,” Hal itu dikemukakan Kepala BKKBN, DR. dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K), ketika memberikan sambutan dalam Webinar dan Launching Center of Excellence (CoE) Family Welfare and Happiness, di Kampung KB Desa Bugel, Kabupaten Kulon Progo, DI. Yogyakarta, Rabu (16/12).

Menurut Hasto Wardoyo, langkah awal pengembangan model CoE Family
Welfare and Happiness  di Kampung KB Desa Bugel  ini mendapat dukungan dan kerja
sama secara holistik dan integratif dari masyarakat lokal, pemerintah daerah setempat dan mitra kerja.

Pengembangan model ini secara garis besar
dapat menjadi sarana pembelajaran bagi wilayah lain untuk mengupayakan praktik terbaik dalam meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga, sesuai  kearifan lokal, potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam.

Hasto mengatakan bahwa bangsa yang sejahtera dimulai dari keluarga. Untuk itu, pengembangan model CoE Family Welfare and Happiness di Kampung KB Desa Bugel, merupakan upaya social enginering berbasis nilai Pancasila, semangat gotong royong dan nilai luhur budaya bangsa.

Nilai-nilai ini menjadi kapital sosial sebagai dasar pengembangan keluarga sejahtera dan bahagia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, BKKBN bekerja sama dengan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Institut Pertanian Bogor (IPB) beserta Tim dan pemerintah daerah membangun dan mengembangkan Center of Excellence Family Welfare and Happiness di Desa Bugel. Tujuannya, untuk menjadikan desa ramah keluarga, desa ramah lingkungan dan desa wisata bisnis.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Drs. H. Sutedjo, menilai peran keluarga sangat diperlukan untuk menghasilkan generasi yang siap mendukung pembangunan bangsa. Karena itu, kewajiban setiap keluarga untuk membangun keluarga berkualitas di mana di dalamnya mengandung unsur tenteram, mandiri dan bahagia.

Bupati juga menyatakan dukungan dan apresiasinya kepada BKKBN yang telah memilih wilayahnya sebagai pilot proyek program tersebut.

Sebagai wujud keseriusan dalam program pemberdayaan keluarga, Bupati mengatakan bahwa pemda telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2020 tentang Pembangunan Keluarga yang diundangkan pada 1 April 2020.

Melalui program CoE Family Welfare and Happiness dan Perda tersebut, Bupati berharap pemerintahnya mampu memperluas wawasan tentang pembangunan keluarga di tengah masyarakat.  Sehingga terwujud keluarga berkualitas.

“Dengan Perda ini Pemkab berharap upaya melembagakan dan membudayakan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS)  berjalan lebih efektif dan efisien. Termasuk memandirikan keluarga dengan  memperhatikan kearifan lokal dapat berjalan baik,” ujar Bupati.

Ikut memberikan kata pengantar dalam acara itu, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga BKKBN, M. Yani.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version