Dewa Nyoman Rai Dharmadi
Dewa Nyoman Rai Dharmadi
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com-  Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 80 tahun 2018 tentang Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali hampir satu tahun diberlakukan. Namun belum semua pihak sadar dan menaati Pergub produksi Wayan Koster tersebut.

Parahnya, plang nama-nama taman kota di sejumlah kabupaten di Bali belum menyantumkan aksara Bali. Padahal pemerintah kabupaten harus menjadi suri tauladan bagi sektor swasta/masyarakat. Kondisi serupa masih terlihat di sejumlah titik sentral.

Dikonformasi di Denpasar, Jumat (18/10/2019), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengaku tak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan secara persuasif, seperti melayangkan surat imbauan dan teguran bagi pihak yang membandel.

Dewa Darmadi mengingatkan, Bali adalah pariwisata berbasis budaya. Bali tidak memiliki pertambangan atau sumber daya alam yang melimpah, sehingga usaha pelestarian budaya harus didukung oleh seluruh elemen yang hidup di Pulau Seribu Pura ini.

“Pelestarian budaya tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah, tapi semua elemen yang tinggal di Bali. Dengan menaati Pergub 80/2018, artinya ikut melestarikan budaya Bali,” kata dia.

Lebih lanjut, Dewa Darmadi juga menyentil usaha di sektor pariwisata yang belum seluruhnya menaati pergub ini. “Kalau hotel besar sudah banyak. Yang kecil-kecil belum seperti resort, vila di Ubud banyak,” bebernya. (bud/bpn/tim)