Mensos RI Agus Gumiwang Kartasasmita. (FOTO: Istimewa)
Mensos RI Agus Gumiwang Kartasasmita. (FOTO: Istimewa)
sewa motor matic murah dibali

JAKARTA, balipuspanews.com – Menteri Sosial (Mensos) RI Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan rasa senang bisa hadir di acara yang penuh berkah ini dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 23 tahun 2019 dengan tema “Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat,” di Bandung, (10/7/2019).

“Kebetulan yang hadir di sini lebih banyak lansia perempuan daripada lansia laki-laki. Intinya, saya berbahagia sekali melihat Bapak dan Ibu, Mbah-Mbah yang diberikan umur panjang, sehat dan bugar,” kata Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita dihadapan para tamu undangan acara Peringatan HLUN ke 23 tahun 2019.

Mensos mengungkapkan usia harapan hidup berhubungan erat dengan angka kematian bayi, jika angka kematian bayi tinggi, maka angka harapan hidupnya akan rendah. Sebaliknya, angka kematian bayi rendah, angka harapan hidup tinggi.

“Ternyata perempuan lebih kuat dari laki-laki. Lebih panjangnya usia perempuan, ternyata bukan hanya terjadi di negara kita saja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, untuk pertama kalinya di abad ini ditemukan kesenjangan signifikan dalam angka harapan hidup antara perempuan dan dan laki-laki,” terang Mensos.

Dijelaskannya, ada dampak yang akan dirasakan oleh lansia, masyarakat, dan pemerintah dari tingginya usia harapan hidup penduduk Indonesia. Jika para lansia berada pada keadaan yang aktif, produktif, dan sehat maka itu akan berdampak positif karena akan mewujudkan lansia yang mandiri, sejahtera dan bermartabat.

“Yang menjadi kendala adalah persepsi yang kemudian mengarah pada stigma bahwa lansia itu tidak boleh lagi bekerja keras karena sudah ada generasi berikutnya yang sudah siap mengambil tongkat estafet,” kata Mensos.

Mensos menambahkan untuk dapat menyiapkan lansia agar dapat hidup berkualitas, kita harus membuat mereka tetap sehat dan berada dekat dengan keluarga. Sehat itu bukan hanya soal sehat fisik, tetapi juga sehat secara psikososial dan mental-spiritual atau kesehatan secara holistic.

Pada acara Peringatan HLUN ke 23 tahun 2019 juga dilaksanakan pemberian penghargaan yaitu:
A. Kategori Lansia Teladan
1. Emil Salim
2. Haryono Suyono
3. Bimbo

B. Kategori tokoh nasional
1. Ridwan Kamil, gubernur Jabar
2. Achmad Fikry, Bupati Hulu Sungai Selatan
3. Dadang Naser, Bupati Bandung
4. Mahyeldi Ansharullah, walikota Padang
5. Syarif Fasha, walikota Jambi
6. Oded M Danial, Walikota Bandung.

C. Kategori peduli Lansia
1. Perseorangan tokoh masyarakat peduli lansia, diwakili oleh ibu sukartina (Mesuji Lampung)
2. Kelompok Peduli lansia (diwakili oleh Diabetes melitus)
3. Keluarga peduli lansia (Bu Maria)
4. LKS LU peduli lansia, diwakili oleh Maha Bhoga Marga. (Ivan/BPN/Tim)