Menteri Agama Lantik Tri Handoko Seto sebagai Dirjen Bimas Hindu Masa Bakti 2020-2025

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu untuk masa bakti 2020-2025 Dr. Tri Handoko Seto saat mengucapkan sumpah jabatan pada pelantikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu untuk masa bakti 2020-2025 di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Senin (10/8/2020).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu untuk masa bakti 2020-2025 Dr. Tri Handoko Seto saat mengucapkan sumpah jabatan pada pelantikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu untuk masa bakti 2020-2025 di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Senin (10/8/2020).

JAKARTA, balipuspanews.com – Menteri Agama, Fachrul Razi melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) di lingkup Kementerian Agama, Senin (10/8/2020).

Menag Fahcrul Razi melantik Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Bimas Hindu Dr. Tri Handoko Seto menggantikan Prof. I Ketut Widnya MA MPhil PhD di ruang Auditorium HM Rasyidi Kantor Kemenag RI.

Pada kesempatan tersebut, Menag Fachrul Razi menyambut baik kehadiran Dirjen Bimas Hindu yang baru Tri Handoko Seto, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (TPSW-BPPT) merangkap Kepala Balai Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT).

Selain memegang jabatan penting di kementerian lembaga negara, pria kelahiran Banyuwangi, 21 Januari 1972 ini juga memegang jabatan penting di organisasi masyarakat Hindu. Ia tercatat sebagai Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Hindu Indonesia (ICHI).

Seto, panggilan akrab Tri Handoko Seto menyelesaikan pendidikan lanjutan strata 3 di Jepang hingga menyabet gelar doctor (S3) dari Universitas Kyoto, Jepang di bidang Meterologi dan Geofisika.

Berbagai penghargaan, baik dari pemerintah maupun swasta diraihnya, diantaranya penghargaan Satyalencana Karya Satya 10 tahun pengabdian pada 2007. Penghargaan “Tokoh Inovator Indonesia” dari Kementerian Riset dan Teknologi.

Ia juga berhasil menyabet “BPPT’s Engineer of the Year 2012-2013” atas dedikasi dalam menghasilkan karya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengurangi curah hujan beserta kiprah sebagai engineer dalam bidang meteorologi, modifikasi cuaca, dan pemanasan global.

Sebagai langkah awal, Seto akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak baik dengan pejabat di lingkup Kementerian Agama maupun dengan ormas Hindu antara lain Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Prajaniti Indonesia, Wanita Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan berbagai ormas Hindu lainnya.

Seto menyatakan keinginannya meningkatkan profesionalisme pegawai dengan cara tidak biasa dan cepat. Antara lain pegawai yang kurang kompeten akan diberi Diklat.

Ia juga akan melakukan perubahan dalam pola kerja dengan membenahi pemberian reward dan punishment. Kemudian membangun dan melayani umat dari pinggiran, karena umat Hindu tidak hanya berada di Bali saja. Melainkan ada di daerah-daerah lain, seperti di Toraja dan Bugis di Sulawesi Selatan, Maluku, Sumatera, dan Jawa.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan