Senin, Juni 17, 2024
BerandaNasionalMenteri Bintang Bertemu Gubernur Khofifah, Diskusi Masalah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak...

Menteri Bintang Bertemu Gubernur Khofifah, Diskusi Masalah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Jawa Timur

JAKARTA, balipuspanews.com – Mengawali rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Jawa Timur, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga bertemu dengan Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan segenap jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya untuk berdiskusi mengenai upaya-upaya pencegahan dan penanganan berkelanjutan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Jawa Timur di tengah kondisi darurat kekerasan yang saat ini tengah dihadapi oleh Indonesia.

“Kondisi darurat kekerasan yang tengah menerpa seluruh pelosok nusantara ini menjadi perhatian dan keprihatinan kami bersama, khususnya di provinsi atau kabupaten/kota besar di Indonesia,” ujar Menteri Bintang dalam keterangan tertulis, Jumat (4/11/2022).

Menteri PPPA menyampaikan, sinergi dan dan komitmen bersama lintas sektor antara KemenPPPA beserta Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menyikapi dan menuntaskan maraknya kasus kekerasan pada anak yang kian hari kian meningkat. Terlebih, dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) pada Mei 2022 silam menjadi angin segar dan membawa harapan baru bagi masyarakat, khususnya pada korban terkait kepastian hukum dimana pengakuan dan jaminan hak korban atas penanganan, perlindungan, dan pemulihannya merupakan kewajiban negara serta dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan korban.

BACA :  GNRM Wujudkan Birokrasi yang Bersih dan Berintegritas

“Kami berharap kerjasama antara KemenPPPA dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berlanjut dan berkembang melalui koordinasi antara Tim Sahabat Anak dan Perempuan 129 (SAPA 129) dengan Unit Pelaksaana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dalam proses penjangkauan dan pendampingan korban, khususnya anak dan perempuan, pada kasus-kasus kekerasan di daerah,” tutur Menteri PPPA.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga mengapresiasi prestasi Provinsi Jawa Timur dalam mempertahankan predikat Provinsi Layak Anak (Provila) selama 2 (dua) tahun berturut-turut sejak tahun 2021. Predikat Provila diberikan atas keberhasilan Provinsi Jawa Timur dalam mendorong dan mewujudkan seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur untuk masuk ke dalam pemeringkatan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Provinsi Jawa Timur berhasil menduduki peringkat Utama bagi 2 (dua) kota, yaitu Kota Surabaya dan Kota Probolinggo; 12 (dua belas) kabupaten/kota menduduki peringkat Nindya; 17 (tujuh belas) kabupaten/kota menduduki peringkat Madya; serta 7 (tujuh) kabupaten/kota menduduki peringkat Pratama pada penganugerahan KLA tahun 2022.

Senada dengan Menteri PPPA, Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya akan terus berjuang dan berupaya dalam menjadikan Jawa Timur sebagai Provila dengan segala kebijakan dan peraturan yang berpihak, melindungi, dan mendukung anak-anak, khususnya di Provinsi Jawa Timur untuk terus berkembang dan mendapatkan hak-hak serta perlindungan.

BACA :  GNRM Wujudkan Birokrasi yang Bersih dan Berintegritas

“Seluruh jajaran di Provinsi Jawa Timur dari mulai akar rumput hingga pemangku kepentingan memiliki komitmen yang tinggi bersama-sama mewujudkan Provinsi Jawa Timur yang aman dan setara bagi perempuan dan anak. Kami juga akan terus mendukung program-program pemerintah pusat serta memastikan percepatan pembangunan serta implementasi Provila juga KLA di Provinsi Jawa Timur,” tutup Khofifah.

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular