27.8 C
Denpasar
04/08/2021, 6:12 PM
DenpasarMenteri Bintang: Mari Bersinergi Wujudkan Komitmen Bersama Untuk Indonesia Ramah Perempuan...

Menteri Bintang: Mari Bersinergi Wujudkan Komitmen Bersama Untuk Indonesia Ramah Perempuan dan Layak Anak

balipuspanews google news

DENPASAR, balipuspanews.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang
Puspayoga menutup secara resmi Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan PPPA Tahun 2021dengan tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Indonesia Ramah Perempuan dan Layak Anak” yang telah diselenggarakan pada 16-17 Juni 2021, di Kota Denpasar, Provinsi Bali.

Menteri Bintang menyampaikan penutupan Rakornas Pembangunan PPPA Tahun 2021 telah menghasilkan kesepakatan bersama (Komitmen Bali) antara Menteri PPPA dan Kepala Dinas yang membidangi urusan PPPA di Provinsi.

Setelah berdiskusi dan berbagi praktik terbaik selama 2 hari, baik secara online maupun offline semata-mata bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam urusan PPPA. Hasil dari Rakornas Pembangunan
PPPA ini menghasilkan kesepakatan bersama yang menjadi komitmen pusat dan daerah.

“Besar harapan saya agar kita semua memiliki semangat yang sama untuk mewujudkan dan menindaklanjuti rekomendasi yang sudah kita sepakati melalui aksi nyata program dan
kegiatan koordinasi dan sinergitas PPPA pusat dan daerah yang lebih baik lagi ke depan,” ungkap Menteri Bintang.

Menteri Bintang menambahkan pelaksanaan Rakornas Pembangunan PPPA Tahun 2021 ini semata-mata diselenggarakan untuk menjadikan perempuan dan anak Indonesia lebih maju lagi dan berkualitas.

“Kami berharap juga apa yang kita sepakati ini juga dapat dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk melihat kemajuan-kemajuannya yang sudah dicapai dan juga kendala-kendalanya. Komitmen bersama ini jangan hanya berhenti sebagai dokumen semata namun harus kita implementasikan melalui sinergi dan kolaborasi demi mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” imbuh Menteri Bintang.

Masih dalam rangkaian kegiatan Rakornas Pembangunan PPPA Tahun 2021, para peserta masih mempunyai satu agenda lagi yaitu visitasi lapangan yang akan dilaksanakan pada Jumat, (18/6) bertempat di 3 lokasi yaitu Desa Panglipuran, Lakeview Kintamani, dan Pasar Ubud.

“Kami masih mengharapkan bantuan dan kerjasama dari Pemerintah Provinsi Bali beserta jajarannya dalam mendukung pelaksanaan visitasi lapangan tersebut. Selain itu, kamiberharap seluruh peserta disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19,” ujar Menteri Bintang.

Pembahasan dalam Rakornas Pembangunan PPPA Tahun 2021 yakni membahas kondisi perempuan dan anak, kebijakan kesetaraan gender PPPA dalam Rencana Strategis Kemen PPPA 2020-2024 dan Rencana Kerja 2022, dan Rencana Dana Alokasi Khusus Non-Fisik
(DAK NF PPA) 2022. Selain itu, pembahasan juga terkait implementasi sinergi pusat dan daerah tentang pelaksanaan 5 Arahan Presiden. Indikator dan penerapan Daerah Ramah Perempuan
dan Layak Anak dan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Layanan terpadu dan komprehensif bagi perempuan korban kekerasan dan TPPO dan AMPK, sinergi pemerintah daerah dengan Organisasi Kemasyarakatan dan Keagamaan dalam pemberian layanan bagi
korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dan TPPO yang bersumber dari DAK NF PPA, dan pencatatan dan pelaporan, serta manajemen kasus KtPA dan TPPO Melalui SIMFONI PPA serta penyampaian Best Practices dari daerah.

Adapun hasil dari komitmen bersama dari Rakornas PPPA Tahun 2021 rekomendasi yang dihasilkan adalah:
1. Melaksanakan sinkronisasi kebijakan PPPA antara pusat dan daerah untuk
mengefektifkan pelaksanaan urusan PPPA di daerah;
2. Menguatkan koordinasi, sinergi, dan kerja sama dengan seluruh pemangku
kepentingan termasuk Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan, Perguruan Tinggi, Lembaga Profesi, Dunia Usaha, dan Media, dengan melaksanakan:
a. Peningkatan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan, khususnya
perempuan penyintas kekerasan dan bencana, perempuan kepala keluarga, dan
perempuan rentan lainnya;
b. Peningkatan kualitas pengasuhan anak baik dalam keluarga, keluarga pengganti,
maupun institusi (lembaga pengasuhan alternatif) berbasis hak anak;
c. Penurunan kekerasan pterhadap perempuan dan anak;
d. Penghapusan pekerja anak melalui upaya pencegahan dan penarikan anak dari pekerjaan terburuk bagi anak dengan melibatkan berbagai pihak, serta
memastikan anak yang bekerja dapat terpenuhi hak-haknya; dan
e. Penurunan perkawinan anak dengan berpedoman pada Strategi Nasional
Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA);
3. Menguatkan sinergi potensi dan sumber Pendanaan dalam pelaksanaan kegiatan
terkait 5 (lima) isu PPPA yang menjadi arahan Presiden (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dana Alokasi Khusus (DAK), Hibah, dan sumber lainnya);
4. Memastikan partisipasi anak secara bermakna dalam proses perencanaan,
pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi pembangunan PPPA di pusat dan
daerah;
5. Penguatan pendataan urusan PPPA di pusat dan daerah, melalui:
a. Dukungan berjalannya sistem data pencatatan dan pelaporan kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta manajemen kasus KtP/A dan TPPO secara terpadu melalui Simfoni PPA untuk memastikan korban mendapatkan layanan komprehensif;
b. Penyediaan dan pemanfaatan data PPPA termasuk AMPK sebagai dasar perencanaan dan penganggaran yang berbasis bukti (termasuk data terkait 5 AP);
6. Menguatkan upaya penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak (AP 3),Optimalisasi upaya Pencegahan KtP/A dan TPPO melalui berbagai media;
b. Mengawal dan mendorong Percepatan Pembentukan Unit Pelaksana Teknis
Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di Provinsi dan Kabupaten/Kota yang belum membentuk UPTD PPA;
c. Mengoptimalkan fungsi UPTD PPA dalam penanganan perempuan dan anak korban kekerasan dan TPPO;
d. Koordinasi dan kerja sama antara pusat dan daerah dan antar daerah dalam upaya
penanganan KtP/A dan TPPO (kasus kekerasan lintas wilayah, lintas negara, dan
yang menjadi perhatian nasional);
e. Penguatan sistem layanan terpadu penanganan korban KtP/A dan TPPO;
f. Peningkatan kapasitas SDM yang memberikan pelayanan penanganan korban KtP/A dan TPPO;
g. Penguatan kapasitas layanan SAPA 129 di Daerah; dan
h. Optimalisasi pelaksanaan DAK Non Fisik PPA, antara lain :
(1) DAK Non Fisik PPA akan mengisi gap pembiayaan layanan perlindungan
perempuan dan anak di daerah dan tidak untuk menggantikan APBD;
(2) Memperkuat peran provinsi dalam monitoring dan evaluasi pelaksanaan DAK
Non Fisik PPA tahun 2021 di kabupaten/kota;
(3) Mengoptimalkan pemanfaatan DAK Non Fisik PPA untuk memperkuat
layanan perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan dan TPPO di
daerah. Keberlanjutan DAK Non Fisik PPA sangat tergantung dari keberhasilan daerah dalam mengimplementasikannya, yaitu: (1) apakah dana yang dialokasikan terserap dengan baik; dan (2) apakah pemanfaatannya
dinilai efektif sesuai tujuan yang telah dirumuskan;
(4) Senantiasa bersinergi dengan lembaga Layanan masyarakat yang sudah berperan besar dalam penjangkauan dan pemberian layanan kepada korban
KtP/A dan TPPO;
7. Menguatkan kebijakan dan program untuk pengembangan model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang fokus pada pencegahan dan penanganan 5 isu
prioritas PPPA yang menjadi Arahan Presiden, dalam rangka mewujudkan Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) Ramah Perempuan dan Layak Anak; dan
8. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi kemajuan pelaksanaan kesepakatan bersama RAKORNAS Pembangunan PPPA 2021 Bali.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pemberlakuan PPKM, Pedagang dari Luar Karangasem Sementara Dilarang Berjualan di Pasar Tradisional
01:55
Video thumbnail
Kemunculan Seekor Buaya Muara di Sungai Sangsang Lebih Gegerkan Warga
03:59
Video thumbnail
Alat Berat Hingga Senderan Tersapu Aliran Banjir di Tukad Janga
01:48
Video thumbnail
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan Senilai Rp 83,2 Juta
02:02
Video thumbnail
BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Kering ke Bali
02:03
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Video thumbnail
Sidak Masker di Padangsambian Kaja Denpasar, 20 Pelanggar Terjaring
04:10
Member of