Menteri PPPA Gelar Jalan Sehat Sekaligus Edukasi Masyarakat Soal Stop Perkawinan Anak, Stop Bullying dan Stop KDRT

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga disela-sela acara Jalan Sehat dengan tema “Stop Perkawinan Anak, Stop Bullying dan Stop KDRT” di Kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta. (foto : Ivan Iskandaria)
Menteri PPPA, Bintang Puspayoga saat acara Jalan Sehat dengan tema “Stop Perkawinan Anak, Stop Bullying dan Stop KDRT” di Kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta. (foto : Ivan)

JAKARTA, balipuspanews.com Pencegahan perkawinan anak, Stop Bullying dan Stop KDRT, adalah satu-satunya program percepatan yang tidak bisa ditunda lagi.

Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan perkawinan anak berdampak masif diantaranya meningkatnya resiko putus sekolah, pendapatan rendah, kesehatan fisik akibat anak perempuan belum siap hamil dan melahirkan dan ketidaksiapan mental membangun rumah tangga yang memicu kekerasan, pola asuh tidak benar hingga perceraian.

“Praktik perkawinan anak merupakan pelanggaran atas hak-hak anak yang berdampak buruk terhadap tumbuh kembang dan kehidupannya di masa yang akan datang sehingga dengan demikian, perkawinan anak juga merupakan pelanggaran HAM karena hak anak adalah bagian dari HAM. Diakui salah satu tantangan terbesar adalah karena perkawinan anak sangat lekat dengan aspek tradisi, budaya dan masalah ekonomi,” kata Menteri Bintang disela-sela acara Jalan Sehat dengan tema “Stop Perkawinan Anak, Stop Bullying dan Stop KDRT” di Kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, pada Minggu pagi (30/10/2022).

Menteri Bintang berharap melalui kegiatan hari ini yaitu Jalan Sehat dengan tema “Stop Perkawinan Anak, Stop Bullying dan Stop KDRT” kita bisa membangun sinergi, kolaborasi, untuk bisa mewujudkan tema tersebut. Dalam kesempatan ini juga Menteri Bintang Puspayoga kembali menegaskan tidak boleh ada satupun perempuan yang mengalami kekerasan. Dia menyebut, meskipun data menggambarkan prevalensi kekerasan terhadap perempuan dan anak menurun, namun angkanya masih memprihatinkan. “Seharusnya tidak boleh ada satu pun anak dan perempuan yang mengalami kekerasan, apapun alasannya,” tegasnya.

Lebih lanjut Menteri Bintang mengungkapkan KemenPPPA telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan secara lintas sektor, mulai dari tingkat keluarga, masyarakat, pemerintah daerah serta Kementerian/ Lembaga di tingkat pusat. Beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Kemen PPPA, diantaranya kampanye program Three Ends, Gerakan Bersama Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), hingga pengembangan model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

“Masyarakat yang menjadi korban KDRT untuk berani bersuara. KemenPPPA mendorong keadilan untuk setiap korban. Kita sudah dan kita sudah punya call center dengan SAPA 129 demikian juga dengan WhatsApp 0811111129129, kita dorong untuk itu, dan tidak hanya korban yang melihat, yang mendengar itu juga harus ikut peduli melaporkan terjadinya kekerasan,” tutup Menteri Bintang.

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.