Menteri Susi
sewa motor matic murah dibali

Denpasar, balipuspanews.com – Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, berkesempatan menyaksikan turnamen Mancing Mania Strike Battle, di Desa Pakraman Serangan, Denpasar, Sabtu (20/5). Pada kesempatan tersebut, Menteri Susi mengungkap soal maraknya malpraktik penangkapan ikan (distructive fishing).

Ia menegaskan, malpraktik penangkapan ikan ini harus dihentikan. “Menangkap ikan menggunakan portas, dinamit, bom ikan, itu sudah tidak boleh ada lagi,” tandas Menteri Susi.

Ia menambahkan, salah satu mafia terbesar dari kegiatan distructive fishing itu juga ada di Bali, selain Kendari ataupun Makassar. Distribusinya, menurut dia, justru banyak yang dari perairan Bali dan masuk ke semua wilayah Indonesia. “Dampak negatifnya bisa menghancurkan terumbu karang,” imbuh Menteri Susi.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan pembangunan peradaban maritim yang tertuang dalam Nawa Cita yang menjadi visi Presiden Joko Widodo. Menurut Menteri Susi, Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang melakukan proses memulihkan (restoring) dan reforming.

Peradaban maritim, imbuhnya, sudah ada sejak dulu. Namun, masalahnya saat ini adalah masih ada aktivitas yang merusak keberadaan laut. “Budaya maritim itu adalah budaya yang menjaga, menghormati laut bukan hanya sekadar eksploitasi,” tandas Menteri Susi.

Ia pun mengajak segenap masyarakat untuk turut menjaga laut. Terlebih lagi, Bali sebagai pusat pariwisata. Ia menyindir banyak orang yang berpendidikan tinggi, tetapi abai dengan lingkungan, termasuk laut. “Kalau tidak ada saya, lalu anda juga tidak mau peduli, siapa yang akan menjaga laut Indonesia?” sindir Menteri Susi.

Tinggalkan Komentar...