Menunggak Pajak, Ratusan Hotel dan Restoran di Kabupaten Klungkung Tidak Dapat Dana Hibah

Inspektur Daerah, Made Seger
Inspektur Daerah, Made Seger

SEMARAPURA, balipuspanews.com- Ratusan hotel dan restoran di Bumi Serombotan dipastikan tidak mendapatkan dana Stimulus Covid-19 sebesar Rp. 9,7 Miliar yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ini dikarenakan banyak pengusaha yang tidak memiliki izin usaha disamping itu banyak dari mereka yang menunggak maupun belum membayarkan pajak kewajibannya sebelumnya.

Karena kondisi tersebut mereka terkena pinalty dengan konsekuensi tidak akan menerima dana hibah yang digelontorkan pemerintah.

Hal ini dibenarkan oleh Inspektur Daerah Kabupaten Klungkung, I Made Seger ketika dihubungi Rabu (21/10), menurutnya dana hibah sebesar Rp 9,7 miliar ini hanya 70 persennya atau Rp 6,3 miliar yang diperuntukkan kepada pelaku industri hotel dan restoran. Meski begitu tidak semua pengusaha hotel dan restoran bisa mendapatkan dana stimulus ini, karena ulah mereka juga sebelum masa pandemi terjadi.

Pihaknya menyatakan Pemberian dana hibah dari pemerintah pusat ini bertujuan untuk membantu operasional pengusaha hotel dan restoran di tengah pandemi saat ini dan ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi seperti telah memiliki izin, telah membayar pajak hingga tahun 2019 dan masih beroperasi hingga Agustus 2020.

“Hibah ini bisa digunakan untuk operasional, baik untuk gaji pegawai dan melanjutkan operasional hotel,” imbuhnya.

Terkait kapan dana tersebut akan cair, Made Seger menargetkan pada akhir Desember seluruh dana harus sudah bisa dicairkan.

“Jika syarat tak terpenuhi pengusaha hotel dan restoran tidak berhak mendapatkan dana hibah. Sementara data hari ini masih diolah,” ujar mantan pejabat Kabag Umum Pemda Klungkung.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Anak Agung Gede Putra Wedana menyatakan dari 490 hotel dan 348 restoran yang beroperasi di Kabupaten Klungkung hanya 127 hotel dan 40 restoran yang diusulkan mendapatkan dana hibah.

Tidak masuknya ratusan hotel dan restoran ini akibat dari tidak memiliki izin.

Terkait banyaknya hotel dan restoran tidak berizin di Kabupaten Klungkung sebenarnya telah menjadi perhatian Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.  Malah Bupati asal Ceningan ini sebelumnya sempat membantu dunia pariwisata Klungkung, dengan menerbitkan izin bersyarat agar hotel dan restoran dapat beroperasi secara legal. Dirinya menyayangkan masih banyak pengusaha dibidang kepariwisataan di Klungkung ini yang tidak mau mengurus izinnya.

“Harapan saya hibah ini bisa memberikan semangat kepada pelaku pariwisata di Klungkung untuk kembali beroperasi,” ujar Bupati Suwirta beberapa waktu berselang.

Penulis/Editor : Roni/Oka