26.8 C
Denpasar
30/07/2021, 10:58 PM
Editor's PicksMerasa Difitnah Bendesa Batuagung Melapor ke Polres

Merasa Difitnah Bendesa Batuagung Melapor ke Polres

balipuspanews google news

JEMBRANA, balipuspanews.com – Adanya selebaran yang dinilai berisi dugaan fitnah dan pencemaran nama baik, membuat Bendesa Adat Batuagung, Jembrana menempuh jalur hukum. Sabtu (12/6/2021) IB Mantra bersama kuasa hukumnya I Wayan Sudarsana, melapor ke Polres Jembrana.

Kepada wartawan Sudarsana yang akrab disapa Cana menjelaskan pengaduan masyarakat ini dibuat karena adanya dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Kelihan Pengempon Pura Amertasari berinisial KS dan Sekretaris Pengempon Pura Amertasari KW.

Dugaan fitnah itu sudah terurai didalam selebaran yang mereka buat, yang isinya tentang klarifikasi atas kegiatan ngenteg linggih di Pura Amertasari.

“Dengan adanya selebaran tersebut setelah kami pelajari disana ada indikasi pencemaran nama baik dan fitnah,” ungkapnya

Sudarsana melanjutkan, jika mengacu lebih dalam lagi bahwa ada sumber atau faktor yang menyebabkan adanya kekurangan keharmonisan antara Bendesa Adat Batuagung dengan oknum yang dilaporkan, karena oknum yang dilaporkan ini sudah mengklaim dirinya sebagai pengempon.

Sehingga kliennya mempertanyakan tentang pertanggung jawaban yang sampai hari ini belum selesai, atas pelaksanaan ngenteg linggih yang nilainya sekitar 1 miliar lebih itu di Pura Dangkhayangan Amertasari.

“Itu yang belum terjawab sampai hari ini, yang sudah hampir setahun kegiatannya dan belum ada pertanggung jawaban secara riil,” terangnya.

Kliennya kata Cana, mempertanyakan masalah tersebut yang sampai hari ini belum selesai, bahkan didalam selebaran itu mereka juga menyampaikan bahwa pertanggungjawaban itu belum selesai padahal didalam rapat yang mereka nyatakan bahwa pertanggungjawaban sudah diterima.

“Sekarang kami serahkan laporan dan pengaduan ini kepada Kapolres Jembrana, untuk sekiranya ditindaklanjuti proses hukum yang sesuai undang-undang yang berlaku, karena klien kami merasa dirugikan baik secara pribadi maupun keluarganya,” ungkapnya.

Akibatnya terjadi keresahan, kemarahan, dan juga atas nama krama desa adat Batuagung sesuai keputusan rapat desa adat yang menyatakan bahwa permasalahan ini akan ditindaklanjuti secara hukum.

Soal pengurus pengempon yang baru, dari sisi pembuktian antara SK yang terbit sekarang ini menurut mereka, hasil keputusan rapat sebagai pengempon Pura Dangkahyangan Amertasari berbeda, ada indikasi menyalahi prosedur yang dilakukan sebelumnya dalam penetapan ketua dan struktur pengempon Pura, itu salah satu sebagai faktor adanya permasalahan yang terjadi ini.

Sementara itu Bendesa Adat Batuagung IB Mantra saat di konfirmasi soal kedatangan beberapa warga beberapa waktu lalu menjelaskan, memang ada surat penyampaian yang dilayangkan oleh beberapa warga ditujukan kepada Saba Desa, bukan bukan ditujukan kepada dirinya sebagai Bendesa.

“Saba Desa menyampaikan kepada saya bahwa ada masyarakat akan menyampaikan beberapa pendapat, saya pribadi dengan senang hati menerima mereka. Saya pribadi sudah menunggu mereka sebelumnya, dikarenakan waktunya tidak jelas jadinya ada acara lain di Wantilan Desa Batuagung,” ungkapnya

Menurut Mantra surat yang dilayangkan warga semestinya jelas dan pengirimannya secara prosedural serta tentu disampaikan secara santun dan faktanya harus jelas.

“Setelah lama saya menunggu warga yang katanya akan menyampikan beberapa pertanyaan, dimana saat itu kami juga mengadakan pertemuan dengan perwakilan masyarakat se-Desa Batuagung di wantilan desa, akan tetapi mereka malah ke Kantor Desa Batuagung itu kan tidak nyambung pada hal saya sudah menunggu,” ungkapnya.

Adanya pertanyaan dari beberapa warga yang menanyakan mengapa Desa Batuagung keluar dari mengepon Pura Dangkahyangan Amertasari, Mantra selaku bendesa yang bertanggungjawab atas Pura.

“Saya paling pertama ikut membangun dan memperluas pura tersebut untuk apa saya keluar,” tegasnya.

Mantra juga menilai ketua pengempon tersebut, tidak sah, dimana berita acara yang mereka buat tidak ada surat undangan kepada dirinya sehingga tidak jelas yang hadir siapa karena daftar hadir tidak ada dan kesimpulannya juga tidak ada serta di kop suratnya bertulisan Surat Keputusan Empat Desa Adat Pengempon.

“Seharusnya namanya surat keputusan, siapa pun yang tercatat di kop suara merekalah yang menandatangani, apa yang terjadi itu hanya rapat kecil disana, tidak satu pun bendesa yang tanda tangan serta stempel panitia dan berbeda,” ungkapnya.

Sebelumnya stampel yang lama disahkan oleh 4 bendesa adat dan saat ditanyakan kenapa stempel berubah dikatakan mendapat pewisik.

“Itu kan konyol tanpa sepengetahuan kami sebagai bendesa adat,” ujarnya.

Dirinya juga sudah menyampaikan kepada ketua pengempon yang menurutnya tidak resmi tersebut, sebelum ada SPJ yang terinci dan terurai, dirinya belum berani memungut apa pun di desanya.

“Mana mungkin saya bisa menungut jika warga menanyakan SPJ, apa yang saya jawab,” jelasnya.

Penulis : AnomĀ 

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pemberlakuan PPKM, Pedagang dari Luar Karangasem Sementara Dilarang Berjualan di Pasar Tradisional
01:55
Video thumbnail
Kemunculan Seekor Buaya Muara di Sungai Sangsang Lebih Gegerkan Warga
03:59
Video thumbnail
Alat Berat Hingga Senderan Tersapu Aliran Banjir di Tukad Janga
01:48
Video thumbnail
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan Senilai Rp 83,2 Juta
02:02
Video thumbnail
BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Kering ke Bali
02:03
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Video thumbnail
Sidak Masker di Padangsambian Kaja Denpasar, 20 Pelanggar Terjaring
04:10
Member of