Keasrian Hotel Tjampuhan, Ubud
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Ubud, balipuspanews.com – Suara gemercik air Sungai Oos, Campuhan, dan gemerisik dedaunan dari pepohonan yang menghijau, menjadi sambutan yang syahdu dan mengesankan ketika pertama kali menapaki Hotel Tjampuhan, Ubud.

Hotel ini sudah berdiri sejak tahun 1928, bermula dari sebuah bangunan bungalow yang ditempati pelukis legendaris asal Jerman, Walter Spies, di tanah milik keluarga kerajaan Puri Ubud. Kini bungalow Walter Spies masih terjaga dengan baik dan disewakan secara eksklusif dengan nama Walter Spies House, serta menjadi bagian dari bangunan Hotel Tjampuhan. Sejak berpuluh tahun lalu, eksistensi Hotel Tjampuhan selalu terjaga berkat pengelolaan secara profesional oleh keluarga Puri Ubud.

Assistant FO Manager Hotel Tjampuhan, Made Regim menyatakan, hotel seluas 2 hektare ini terletak di tepian Sungai Oos, atau yang dikenal dengan nama Sungai Campuhan. Pemandangan dari hotel menjadi asri dengan ‘river view’, di mana terlihat pepohonan menghijau dan keasrian alam yang terjaga.

Arsitektur unik di Hotel Tjampuhan, yang mengandung nilai filosofi tinggi

“Pagi-pagi, banyak burung berwarna hijau yang beterbangan di pohon beringin, sehingga amat mengesankan tamu karena atmosfir Hotel Tjampuhan begitu menyatu dengan alam,” ujar Regim.

Hotel dengan ‘room rate’ standar Rp 1,5 juta per malam ini, sangat diminati wisatawan Australia dan Eropa, serta turis domestik yang berasal dari kota-kota besar di Indonesia. Masa ramainya kunjungan berlangsung pada bulan Juli, Agustus dan Desember.

Menurut Regim, mayoritas turis yang datang adalah untuk berliburan bersama keluarga, sehingga datangnya secara rombongan. Setiba di hotel, wisatawan kemudian disiapkan kendaraan khusus untuk diantarkan menuju objek wisata di Ubud. Pada jam yang ditentukan, wisatawan itu kemudian dijemput kembali untuk beristirahat di hotel.

Layanan spa di tepi Sungai Oos

Umumnya, objek wisata yang menjadi favorit wisatawan adalah Monkey Forest, mengunjungi museum atau berjalan-jalan di pasar tradisional. Pilihan lainnya, wisatawan dapat menyusuri hamparan persawahan Ubud yang masih terjaga kelestarian alamnya.

Namun apabila wisatawan hanya ingin beraktivitas di sekitar Hotel Tjampuhan, maka saat-saat tertentu ada suguhan pentas tari tradisional Bali yang patut menjadi tontonan menarik.

“Banyak juga yang tertarik menikmati layanan spa, yang letaknya persis di tepi sungai. Layanan spa ini termasuk pilihan favorit karena benar-benar relaksasi di tepi sungai yang tentunya menjadi pengalaman mengesankan di Ubud,” kata pria yang sudah bekerja di Hotel Tjampuhan sejak tahun 1996 ini. (Vivi)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...