Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SUKAWATI, balipuspanews. com – Lantaran mesin politik yang lemah, DPP Partai Demokrat RI akan melakukan evaluasi Ketua DPD se-Indonesia termasuk di Bali.

“Tidak hanya di Bali, seluruh Indonesia akan dievaluasi, ” kata Wakil Sekretaris DPP Partai Demokrat, I Putu Supadma Rudana ketika dimintai keterangannya di Batubulan, Sukawati, Gianyar, Rabu (9/1).

Evaluasi ini, jelas Supadma cukup beralasan, karena berdasarkan hasil survey Roda Tiga Konsulting untuk internal partai. “Survei ini dikawal langsung oleh Ketua DPP Susilo Bambang Yudhoyono,” ujarnya

Berdasarkan survei itu, secara nasional katanya partai akan melakukan evaluasi dan mencari solusi terbaik.

“Saya harap mesin partai hidup. Sebab saat ini, saya lihat memang belum, agak diam. Justru caleg yang banyak bergerak,” ujar Jubir AHY ini.

Soal kapan dilakukan evaluasi, Supadma mengatakan secepatnya.

Lebih jauh, dalam melakukan pergerakan, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat (2015 – 2020) ini mengaku masyarakat saat ini semakin cerdas dan mau bukti bukan sekedar janji. Pemasangan spanduk, baliho dan alat peraga kampanye pun dianggap tidak terlalu signifikan meraup suara.

“Supaya konkrit nanti kemenangan Demokrat, bukan dilihat dari banyaknya spanduk dan kampanye,” ujarnya.

Maka itu, ia lebih memilih melakukan pendekatan personal maupun komunitas. Salah satu caranya, dengan menggelar pendidikan dan pelatihan ekonomi kreatif menyasar kaula muda. Tidak hanya itu, penggiat budaya yang menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (2012 – sekarang) ini kini gandeng selebgram Haipuja untuk menyentuh pemilih milenial atau pemilih pemula. Hanya saja, pemilik Museum Rudana ini masih enggan bercerita banyak tentang konsep video pendeknya ini.

“Masih kita bicarakan. Ditunggu saja nanti di instagram,” ujarnya singkat.

Mengenai target perolehan di pusat, Rudana berharap bisa mempertahankan 2 kursi. Lebih dari itu, pihaknya merasa terpanggil untuk ikut memikirkan masa depan partai kedepan.

Bagaimana bisa menggaungkan ulang kejayaan tahun 2009, dengan perolehan kursi 30 persen.

“Target konkrit tahun 2019 ini minimal 10% atau 61 kursi dari 575 kursi yang tersedia,” ungkapnya. Dan untuk mencapai itu, diakui cukup banyak rintangan.

“Sistem Sainte Lague murni ini untungkan Partai Besar. Yang kecil bisa tersungkur, karena suara akan pindah ke top 3 atau 4,” ujar Ketua Karang Taruna Bali ini.

Ketika dimintai keterangannya, Ketua DPD Partai Demokrat Bali,  I Made Mudarta ketika dihubungi via selulernya tidak ada jawaban. (art/bpn/tim)

Advertisement
Loading...