Meski Corona Mewabah, “Merta” di Bali “Mesambeh”

Kaler sedang membuat tape untuk mengisi waktu luang ditengah mewabahnya virus corona
Kaler sedang membuat tape untuk mengisi waktu luang ditengah mewabahnya virus corona

TABANAN, balipuspanews.com – Walaupun virus corona atau cobid-19 sedang mewabah termasuk pula hingga di Pulau Dewata, “merta” atau rejeki masih “mesambeh” atau bertabur.

Tentu saja untuk mengaisnya perlu bermodalkan kreatif dan kesabaran. Seperti halnya yang dilakukan I Gusti Nengah Kaler, warga Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Tabanan.

Lalu, kreatifitas seperti apa yang dibutuhkan untuk mengais rejeki ditengah mewabahnya virus corona seperti saat ini? Berikut sajiannya.

Ditemui dikediamannya Minggu (19/4) sore, ayah dua putri dan satu putra itu sedang duduk santai di bale gedenya sambil mendendangkan pupuh ginada. Memang ia juga dikenal sebagai sosok seniman geguritan/ kekawin yang bersuara merdu.

Tangannya terlihat sibuk melipat daun nangka yang sebelumnya diisi dengan beberapa butir nasi yang dicampur ragi. Ya. Kaler sedang membuat salah satu sarana pelengkap bebantenan yang dalam bahasa lokal disebut dengan tape.

Baca Juga :  Komjen Golose Tugaskan Brigjen Raden Nurhadi jadi Kepala BNNP Bali

Selain membuat tape, kakek enam cucu ini juga rutin membuat pelas dan bantal. Rata-rata bahan yang digunakannya ia petik dari tegalannya. Seperti selepahan (daun kelapa yang sudah hijau), daun nangka dan daun rambutan sebagai kulitnya. Sementara isinya berupa campuran nasi dan ragi untuk tape dan saur (serondeng) untuk membuat bantal dan pelas.

“Ah, ini hanya pekerjaan sambilan untuk mengisi waktu luang,” ungkapnya.

Disebutkannya produksi tape, bantal dan pelas ini sendiri dilakukannya untuk membantu istrinya yang memang memiliki usaha jual upakara. Tape, bantal dan pelas menurutnya salah satu sarana penting untuk membuat upakara.

Kaler yang pensiunan PNS dan kini juga bertani mengaku membuat tape, bantal dan pelas ini sebuah hiburan karena ia dapat berkumpul dengan anak cucunya yang sedang libur karena kondisi dari akibat wabah corona. Mengenai hasil, Kaler mengaku tidak banyak, tetapi cukup untuk menambah uang dapur.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-529 Kota Tabanan, Bupati Sanjaya Buka Pagelaran Seni Budaya Nusantara

“Yang penting tiang tetap berusaha, daripada diam berpangku tangan rejeki akan hilang,” tutupnya. (Rah/BPN/ tim)