24.8 C
Denpasar
06/12/2021, 9:29 AM
Opini AndaMewaspadai "Tsunami" Covid di Bali Saat Arus Balik

Mewaspadai “Tsunami” Covid di Bali Saat Arus Balik

balipuspanews google news

Oleh : Ngurah Arthadana/Ki Tambet

OPINI ANDA, balipuspanews.com – Pasca hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, arus balik akan segera berlangsung. Termasuk arus balik ke Pulau Dewata.

Terkait dengan arus balik ke Bali, adalah sebuah kejadian umum jika yang mudik kemudian datang membawa teman atau saudaranya. Tujuannya untuk mengadu nasib di Bali yang umumnya mengambil peluang pada sektor non formal. Seperti menjadi buruh bangunan, berdagang dan lainnya, termasuk pula menjadi pemulung.

Bertambahnya dari tahun ke tahun pendatang ke Bali tentu sangat beralasan. Pada satu sisi, sebagian masyarakat Bali cenderung semakin konsumtif dan meninggalkan peluang ekonomi dari sektor non formal.

Pada sisi yang sama, para pendatang melihat gaya konsumtif dan keengganan sebagian masyarakat Bali mengambil peluang ekonomi dari sektor non formal tersebut sebagai sebuah harapan besarnya untuk merubah ekonominya kearah yang lebih baik.

Sehingga, banyak pendatang bisa hidup layak dan sukses dari hasil keringatnya mengambil peluang hidup dari sektor non formal di Bali. Sebaliknya, Bali seakan begitu ketergantungan dengan pendatang. Sekedar guyonan, dari sate hingga alat-alat upacara keagamaan Hindu di Bali kini telah dikuasai pendatang.

Terhadap hal tersebut, penulis kemudian teringat dengan sebuah ungkapan menggelitik yang penuh nuansa sindiran kepada masyarakat Bali. Yakni orang Bali jual tanah untuk beli sate pendatang dan pendatang jual sate di Bali untuk beli tanah orang Bali.

Pada titik ini, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa Bali menjadi tumpuan harapan bagi para pendatang untuk mengadu nasib dengan mengambil peluang pada sektor non formal. Hal tersebut masih berlangsung hingga kini.

Berkaca pada hal tersebut, pada arus balik tahun ini Bali akan ada kemungkinan yang sama dengan arus balik pada tahun-tahun sebelumnya. Yakni, akan ada pendatang baru yang “dibonceng” pendatang-pendatang yang mudik beberapa hari lalu. Artinya, “krama tamiu” akan semakin bertambah di Bali.

Berbicara tentang krama tamiu, sejak puluhan bahkan dari berabad-abad lampau Bali sangat membuka diri. Hal ini terbukti dalam arsitektur tradisional Bali yang mengenal adanya ornamen patra China, patra Mesir, patra Belanda dan sebagainya. Artinya, krama tamiu sangat diterima dan bahkan oleh krama Bali hingga saat ini.

Meski telah terbiasa berbaur dan membuka diri dengan para pendatang, persoalan yang terjadi saat ini yakni dengan masih berlangsungnya krisis akibat pandemi Covid-19, tentu ada hal yang sangat berbeda yang sepatutnya Bali semakin memproteksi dirinya agar penyebaran virus corona segera bisa diputus.

Terlebih lagi ketika mengingat perekonomian Bali sangat tergantung pada sektor industri pariwisata. Sehingga mau tidak mau Bali harus berani tegas dan “pelit” untuk menolak pendatang baru saat arus balik pasca mudik kemarin.

Mengingat sekali lagi, akan sangat mungkin Bali dibanjiri pendatang baru yang diajak oleh teman atau saudaranya yang mudik dan kembali ke Bali.

Tegas dan “pelit” untuk menolak pendatang baru tersebut khususnya dilakukan kepada mereka-mereka yang datang dari zona orange dan zona merah penyebaran Covid-19. Terlebih lagi ketika mereka tidak bisa membuktikan diri melalui surat keterangan bebas Covid-19.

Tidak itu saja, Bali juga harus tegas dan pelit untuk menolak pendatang baru dalam pandemi ini ketika ternyata para pendatang baru tersebut tidak memiliki tujuan jelas dan belum memiliki pekerjaan pasti di Bali. Hal ini harus digarisbawahi, bahwa pasca pandemi banyak perusahaan di Bali telah merumahkan karyawannya.

Sehingga saat ini Bali mengalami krisis lapangan kerja dan tidak sedikit kemudian krama Bali yang dirumahkan tersebut mulai belajar beraktivitas pada sektor non formal. Seperti berdagang, menjadi kuli bangunan dan lainnya hingga pulang ke kampungnya mengolah lahan tegalannya untuk menjadi petani dadakan agar dapur tetap ngebul.

Tegas dan pelit Bali untuk sementara tidak menerima pendatang dalam pandemi ini, khususnya untuk pendatang yang tidak memiliki tujuan dan pekerjaan jelas tentu bukan dalam tujuan memposisikan Bali anti dengan pendatang.

Namun sekali lagi ini sebagai bentuk ketegasan untuk menghindari terjadinya “tsunami” penyebaran Covid-19 yang mungkin terjadi ketika para pendatang itu datang dari zona orange dan zona merah. Sementara Bali saat ini sedang berjuang keras untuk memutus mata rantai Covid-19 agar sektor pariwisatanya dapat berjalan normal. Selain juga untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya masalah ataupun konflik-konflik sosial.

Itu artinya, untuk sementara Bali diberikan kesempatan “merawat” dirinya hingga pandemi ini berakhir dan industri pariwisata Bali kembali bergairah. Yakini kemudian, ketika Bali benar-benar telah “merdeka” dari belenggu Covid-19 dan industri pariwisatanya kembali berjalan normal, maka peluang-peluang kerja di Bali akan tetap tersedia untuk digarap oleh para pendatang.

Sikap tegas dan pelit Bali untuk menerima pendatang baru dalam krisis Covid-19 ini tentu harus dilakukan dengan satu kesefahaman para pemegang kebijakan dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota hingga yang terbawah.

Termasuk pula oleh para prejuru adat. Mengingat banjar ataupun desa adat masing-masing telah memiliki aturan tertulis dalam bentuk awig-awig yang salah satunya mengatur tentang krama tamiu.

Semua komponen tadi harus tetap dalam satu semangat untuk bersama-sama berjuang memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Hal ini tentu bukan persoalan yang sulit, sebab ketika awal munculnya pandemi prajuru adat dan seluruh komponen tadi telah terlatih untuk berjuang melawan penyebaran virus corona melalui Satgas Gotong Royong.

Tidak kalah pentingnya juga, memproteksi Bali dari kemungkinan terjadinya “tsunami” Covid-19 pasca arus mudik kali ini juga harus dilakukan dengan memperketat pengawasan pada pintu-pintu masuk Bali.

Pihak instansi terkait harus berani menempatkan personil-personil terbaiknya. Terutama personil-personilnya yang memang teruji memiliki tanggung jawab dan anti suap.

Hal ini patut menjadi catatan khusus, karena seringnya terinformasikan bahwa adanya oknum-oknum petugas di pintu masuk Bali yang rela menjual harga dirinya dengan beberapa puluh ribu rupiah untuk memberikan pendatang luar khususnya yang tanpa identitas diri untuk masuk Bali.

Oknum-oknum seperti itu tentu akan menjadikan pandemi Covid-19 ini sebagai tambahan penghasilan dengan membutakan nuraninya untuk memberikan pendatang yang tanpa surat keterangan bebas Covid-19 untuk masuk Bali dengan menerima imbalan sejumlah uang.

Penulis : Seorang wartawan yang bebas merdeka, tinggal di Tabanan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Tahun Depan Gaji Tenaga Kontrak di Kabupaten Jembrana Akan Dinaikkan
02:47
Video thumbnail
Antisipasi Masuknya Varian Omicron, Turnamen International Youth Championship Ditunda
02:59
Video thumbnail
Kantin Sekolah Dasar Pengiangan, Bangli Terbakar, Kerugian Diperkirakan Puluhan Juta
02:35
Video thumbnail
Ratusan Liter Arak dan Puluhan Ekor Ayam Diamankan
02:39
Video thumbnail
Kecam Joged Porno, Gubernur Koster Minta Aparat Tegas
04:19
Video thumbnail
Antisipasi Dampak La Nina, Semua Pihak Diminta Sigap Untuk Saling Bantu
03:45
Video thumbnail
Drainase Tersumbat, Sekolah dan Puskesmas di Seririt Terendam Banjir
02:50
Video thumbnail
Sempat Vakum Dua Tahun, Makepung Jembrana Cup Kembali Digelar
03:01
Video thumbnail
Pohon Bunut Besar Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Kutampi
02:02
Video thumbnail
DPRD Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
01:01
Video thumbnail
Pemberlakuan PPKM, Pedagang dari Luar Karangasem Sementara Dilarang Berjualan di Pasar Tradisional
01:55
Video thumbnail
Kemunculan Seekor Buaya Muara di Sungai Sangsang Lebih Gegerkan Warga
03:59
Video thumbnail
Alat Berat Hingga Senderan Tersapu Aliran Banjir di Tukad Janga
01:48
Video thumbnail
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan Senilai Rp 83,2 Juta
02:02
Video thumbnail
BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Kering ke Bali
02:03
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Member of