Komisi IV DPRD Kabupaten Karangasem menggelar monitoring pagi ini, Rabu (09/10/2019) di RSUD Karangasem
Komisi IV DPRD Kabupaten Karangasem menggelar monitoring pagi ini, Rabu (09/10/2019) di RSUD Karangasem
sewa motor matic murah dibali

KARANGASEM, balipuspanews.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karangasem beberapa bulan ini terpaksa ngutang untuk memenuhi kebutuhan obat dan oprasiaonalnya.

Kondisi ini, menurut Direktur RSUD Karangasem, I Wayan Suardana dikarenakan mandegnya klaim dari BPJS sejak bulan Juni, Juli dan Bulan Agustus yang semestinya sudah terbayar dengan nilai yang cukup fantastis yaitu sekitar Rp.14,9 Miliar.

Namun dikatakan Suardana hingga detik ini sama sekali belum terbayar. Tak sampai disana dari pihak BPJS sendiri belum memberikan kepastian kapan akan dilakukan pembayar tersebut.

Tentunya, kondisi ini cukup berdampak terhadap biaya operasional Rumah Sakit terutama untuk kebutuhan esensial seperti obat – obatan, bahan habis pakai, makanan pasian dan pemeliharaan gedung termasuk pembayaran jasa pelayanan dokter.

“Tunggakan yang harus dibayar sela tiga bulan. Untuk oprasional sementara ini masih dalam bentuk hutang kepada pihak yang diajak kerja sama, seperti obat kita masih ngutang,” kata Suardana saat Komisi IV DPRD Kabupaten Karangasem menggelar monitoring pagi ini, Rabu (09/10/2019) di RSUD Karangasem.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Karangasem yang dipimpin langsung oleh Ketua, I Nyoman Rena mendapati kondisi tersebut pihaknya sepakat untuk secepatnya mengkomunikasikan persoalan ini dengan BPJS. Bahkan agar segera mendapat solusi pihaknya juga akan secepatnya menjadwalkan pemanggilan pihak BPJS.

“Kita akan panggil pihak BPJS  kemudian kita akan mencarikan solusi bersama-sama agar persoalan ini bisa cepat ditangani,” kata Rena. (Rls/bpn/tim)