Ilustrasi gambar karate. Sumber internet google
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com- Sukses atlet karate Karangasem Puput Yuliana meraih medali emas diajang Porprov Bali 2017 tidak diikuti pembinaan regenerasi yang maksimal. Bahkan, ada kecamatan dibumi lahar yang tidak melakukan pembinaan karena minimnya pelatih karate.

Hal itu diungkapkan ketua umum Federasi Olahraga Karate – Do Indonesia ( FORKI) Karangasem Nengah Sudana Iriawan saat ditemui dikediamannya di desa Penaban, Karangasem, Sabtu ( 19/5) 2018.

“ Ada beberapa factor penyebab. Salah satunya minimnya jumlah pelatih,” kata Sudana yang juga ketua dewan wasit Bali itu.

Dari delapan kecamatan, demikian Sudana, pembinaan berjalan dienam kecamatan. Masing- masing kecamatan Manggis, Karangasem, Bebandem, Kubu, Sidemen dan Abang. Sedangkan kecamatan Selat dan Rendang pembinaan tidak berjalan.

Lantas bagaimana solusinya? Sudana menyebutkan, untuk memaksimalkan pembinaan atlet karate, harus ada kader pelatih disetiap kecamatan. Kalau bisa, pelatih berasal dari kecamatan asalnya.

Meski minim atlet demikian Sudana, pihaknya tetap berusaha maksimal. Bahkan

berusaha meningkatkan jam terbang anak buahnya, khususnya atlet yang meraih medali untuk mengasah kemampuan.

Dalam waktu dekat, FORKI Karangasem akan mengirim enam atletnya berlaga dalam kejuaraan Bandung Karate Club (BKC Opent) yang akan berlangsung di Batam pada bulan juli mendatang.

Untuk meraih hasil maksimal, atlet karate sudah dilatih sejak satu setengah bulan yang lalu. Persiapan sekalian menghadapi Porprov Bali tahun 2019 mendatang. ( igs/sur)

 

Tinggalkan Komentar...