Mistis, Pohon Gegirang di Pura Baturaya Keluarkan Tirta 

Pohon Pura Penataran Baturaya, Desa Adat Tumbu, Kecamatan Karangasem

Karangasem, balipuspanews.com – Fenomena tak biasa terjadi di Pura Penataran Baturaya, Desa Adat Tumbu, Kecamatan Karangasem, dimana pohon Gegirang yang berada diareal utama mandala Pura, secara tiba tiba mengeluarkan air dari bagian akar, batang bahkan hingga dibagian daunnya juga mengeluarkan air.

Peristiwa aneh ini terjadi tepat tengah malam pada saat upacara piodalan di Pura Baturaya pada hari Selasa (24/7) lalu. Menurut Jro Mangku Nyoman Sudana selaku Mangku Gede Pura Penataran Baturaya, kemunculan air ini cukup mengejutkan warga yang tengah melakukan persembahyangan.

“Saat itu, kejadiannya tengah malam, usai Tapakan Ida Dalem Sida Karya napak pertiwi. Pemedek yang duduk di bawah pohon Gegirang tersebut semoat mengira hujan, namun setelah dilihat rupanya air yang merembes itu berasal dari pohon Gegirang tersebut,’’ kata Mangku Nyoman Sudana, Kamis (26/7).

Baca Juga :  Makin Ganas, Kawanan Lebah Dinding Ai Serbu Rumah Warga Basangalas

Baca Juga: Warga Temukus Temukan Batu Kuno Bersusun Mirip Pondasi Bangunan

Hingga hari ini, Pohon Gegirang tersebut masih mengeluarkan air, bahkan air yang keluar dari pohon itu cukup deras hingga membuat kain kasa yang melilit batang pohon bagian bawah basah.

Sempat dikira air yang keluar dari pohon itu akan mengering pasalnya pada Rabu (25/07) siang, air yang keluar sempat berhenti, namun pada malam harinya kembali mengeluarkan air.

Meski kemunculannya sangat belum bisa dijelaskan secara ilmiah, Jro Mangku Sudana mengaku belum menanyakan secara niskale terkait kemunculan air itu. Hanya saja dirinya menyakini air yang berasal dari pohon Gegirang tersebut  merupakan tirta amerta yang akan membawa kebaikan.

Baca Juga :  Antisipasi Jalur Tikus, Pol Air Awasi Garis Pantai di Karangasem

Sementara itu, fenomena ini, bagi warga pengempon pura, air yang keluar tersebut diyakini sebagai “tirta amerta”. Air yang merembes tersebut ditampung dalam wadah tertentu, lalu dicampur untuk dipergunakan sebagai tirta bagi pemedek yang melakukan persembahyangan. (suar/bpn/tim)