Miyabi
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Maria Ozawa alias Miyabi mantan Bintang JAV asal jepang mengaku sangat kecewa datang ke Bali. Itu setelah rencana dirinya menghadiri pesta ulang tahun sahabatnya yang juga artis penyanyi harus berurusan dengan pihak imigrasi Kelas IA Denpasar.

Melalui sahabat Miyabi yang tidak lain juga artis, Barbie Nouva menceritakan bahwa dirinya sengaja datang ke Bali lantaran di undang dalam perayaan ulang tahun ke 24 sahabatnya.

“Kami hanya ingin pesta ulang tahun bukan bekerja di Bali,” tutur Barbie sahabat Miyabi yang mengundangnya.

Pesta itu rencanannya digelar di atas boat party bertajuk Tropical Pirates, Pantai Benoa yang kemudian dibatalkan karena masalah keamananan.

Kemudian acara pindah tempat  yang berlangsung private di Revayah Ayung Villa, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Selasa (6/11) malam.

Namun acara itu sedikit terusik setelah didatangi  petugas Imigrasi Denpasar, yang menyamar sebagai tamu atau undangan.

“Oknum-oknum petugas Imigrasi ini terkesan mencari kesalahan Miyabi dan saya,” tuturnya.

Menurut Barbei, oknum petugas imigrasi menyangka bahwa Miyabi ke Bali untuk bekerja. Oleh sebab itu mereka datang paling awal lalu mengikuti acara hingga selesai. Secara tiba-tiba para petugas ini langsung mendekat dan menginterogasi Miyabi.

“Aku ditanya berapa bayar Miyabi untuk datang ke acara? Alasan ambil paspor milik Maria Ozawa pun tak sopan, berdalih cek dokumen,” sergahnya.

Barbie dan Miyabi ngaku tidak buat kesalahan apapun tapi diperlakukan layaknya orang yang memiliki permasalahan besar ada di Bali. “Ujung-ujungnya, hehehe mereka minta nomor telepon, dan meminta foto bareng dengan Maria. Ya kalau ingin foto kenapa ngak bilang-bilang. Setelah itu ngak pamit, langsung kabur begitu saja,” akunya kesal.

Karena dokumen Miyabi dibawa oknum tersebut, mereka berdua bersama team ke imigrasi yang berlamat di Renon hingga waktu dini hari.

Kata dia petugas ini terkesan kasar, sedangkan sudah jelas dokumen Miyabi lengkap tak ada kekurangan satupun. “Aku loh bilang ke mereka, kalau kesan bapak-bapak petugas seperti ini,  jujur aku kecewa. Mending aku keluar dari Indonesia. Mau tau apa jawabannya, ya udah keluar aja, kurang-kurangi sampah. Apa coba, petugas negara kok ngomong ke gitu. Dengan semua kejadian ini, Miyabi juga mengaku kapok untuk datang lagi,” seregah Barbei.

Karena dokumen keduanya dirasa lengkap akhirnya ke dua wanita ini dibiarkan pulang, Rabu (7/11) sekitar pukul 02.00 wita.

Sementara itu, Bagus Aditya Nugraha Suharyono sebagai Kasi Teknologi Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian Denpasar membenarkan jika pihaknya memintai keterangan wanita asal Jepang bernama Sayaka Stephanie Strom alias Maria Ozawa atau Miyabi di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Selasa (6/11) sekitar 23.45 wita.

“Jadi kami hanya minta keterangan tentang kegiatan dan keberadaannya di Bali, Kami hanya tindak lanjuti informasi dari masyarakat melalui media sosial bahwa di Revayah Ayung Villa diadakan acara yang mendatangkan seorang WNA berkewarganegaraan Jepang, atas dasar informasi temen-teman dari Seksi Inteldakim melakukan pengawasan (pemantauan) rutin dan pulbaket terkait keberadaan dan kegiatan WNA yang dimaksud,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan dokumen, WNA Jepang itu tidak ada pelanggaran keimigrasian yang dilakukan. Oleh sebab itu, yang bersangkutan diperkenankan meninggalkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar,” tutupnya. (jr/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...