MMDP Denpasar Kukuhkan Bendesa Adat Intaran Sanur, Rai Mantra: Mari Bersama Jaga Desa Adat

Teks Foto : Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima kue pertama Hut LPD Intaran ke-28 dari Bendesa Adat Intaran, I Gusti Ngurah Alit Kencana di Wantilan Pura Bale Agung Desa Adat Intaran, Sabtu (11/5).
Teks Foto : Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima kue pertama Hut LPD Intaran ke-28 dari Bendesa Adat Intaran, I Gusti Ngurah Alit Kencana di Wantilan Pura Bale Agung Desa Adat Intaran, Sabtu (11/5).

SANUR, Balipuspanews.com – Majelis Madya Desa Pekraman (MMDP) Kota Denpasar kukuhkan Bendesa Desa Adat Intaran periode 2019–2025, yakni  I Gusti Ngurah Alit Kencana di Wantilan Pura Bale Agung Desa Adat Intaran, Sabtu (11/5).

Pengukuhan yang dirangkai dengan Hut LPD Intaran ke-28 ini disaksikan langsung Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, Kepala OPD, Camat Denpasar Serlatan, Tokoh Masyarakat Sanur, Perbekel/ Lurah, Majelis Madya Desa Pakraman Kota Denpasar beserta jajarannya.

Walikota Rai Mantra mengapresiasi pemilihan Bendesa Intaran yang dilakukan melalui musyawarah Pamucuk Desa Adat Intaran. Rai Mantra mengimbau bendesa terpilih dapat menjaga keharmonisan dengan seluruh masyarakat maupun pemerintah dalam menjalankan program-programnya.

“Bendesa yang telah terpilih agar bisa menjaga hubungan yang baik dengan seluruh masyarakat maupun pemerintah. Seperti misalnya dalam melaksanakan program desa adat, agar bisa dilakukan secara seksama melalui komunikasi yang baik, sehingga program yang diusulkan dapat segera terlaksana dan terealisasi,” pesannya.

Rai Mantra juga mengharapkan dengan dikukuhkannya bendesa pada hari suci saraswati ini bisa menjadi teladan dan orang tua yang baik di desa. Penting menyadari posisi bendesa juga menjadi panutan. Dalam mengambil keputusan, juga harus dilandasi pemikiran sebagai tetua di Desa.

“Hal ini terutama di dalam penentuan awig-awig harus  jelas dan bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat, serta yang terpenting awig-awig harus tetap bisa selaras dengan aturan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Rai Mantra juga berpesan kepada masyarakat agar bersama-sama introspeksi diri, untuk mengenal, melihat dan menjaga Desa Adat ini agar tidak tergerus jaman.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu menjaga desa adat ini, karena merupakan warisan leluhur yang sepatutnya kita jaga bersama,” harapnya.

Ketua MMDP Kota Denpasar, AA. Ketut Sudiana mengatakan Dewasa ini ditengah derasnya arus perubahan yang terjadi menjadi tantangan tersendiri bagi Desa Adat dalam mengembangkan perannya serta memperkuat jati diri sebagai modal utama mendukung pembangunan yang berwawasan budaya. Dengan dilantiknya bendesa Intaran, pihaknya mengajak bersama-sama menjaga dan memperkuat Desa Adat di era globalisasi ini.

“Ini merupakan wujud nyata memaksimalkan peran Desa Adat didalam menentukan arah kebijakannya mendukung pembangunan dan memperkuat jati diri masyarakat Bali,” ujarnya.

Sementara Bendesa Desa Adat Intaran, I Gusti Ngurah Alit Kencana mengatakan dirinya akan terus berupaya semaksimal mungkin di dalam mengabdi kepada masyarakat. Hal ini juga merupakan amanah kepada dirinya untuk selalu berupaya menciptakan keharmonisan masyarakat dan selalu bersinergi dengan tokoh adat, dinas maupun Pemerintah sehingga menciptakan keselarasan serta kedamaian.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan peringatan Hut ke-28 LPD Desa Intaran dan Dharma Wacana oleh Dalang Wayang Cenk Blonk, I Wayan Nardayana, (rls/bpn/min).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here