Mobil dinas perhubungan terbakar
Mobil dinas perhubungan terbakar

NEGARA, balipuspanews.com – Petugas dan sopir-sopir truk di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik, lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Sabtu (4/7) siang dikagetkan oleh kepulan asap hitam yang muncul diantara gudang genset dan kamar mandi.

Asap hitam itu muncul akibat mobil Toyota Kijang dinas yang sudah tua terbakar.

Kebakaran mobil Toyota Kijang plat merah milik dinas Perhubungan DK 985 itu diketahui sekitar pukul 10.30.

Melihat mobil dinas tua yang sudah lama rusak dan teronggok parkir diantara gudang genset dan kamar mandi itu petugas jembatan timbang langsung berusaha memadamkannya.

Mereka mengambil tabung alat pemadam kebakaran (Apkar) yang ada di Jembatan Timbang lalu menyemprotkannya.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah disemprot dengan dua tabung Apkar. Dari keterangan beberapa petugas, api diketahui muncul dari atap bangunan tempat mobil itu diparkir.

Lalu merembet ke mobil kemudian melalap bagian jok dan body mobil yang sudah keropos. Namun tidak diketahui sumber atau apa penyebab munculnya api tersebut.

“Api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas di Jembatan timbang dengan Apkar yang ada disana,” ujar Kasat Pol PP Pemkab Jembrana Made Leo Agus Jaya.

Dengan kejadian itu, kata pejabat yang baru sehari dilantik, maka ketersediaan Apkar di titik-titik yang diperlukan, sehingga ketika terjadi kebakaran penanganan awal bisa cepat dilakukan.

“Kami akan berkoordinasi dengan perizinan agar Apkar menjadi salah satu persyaratan dan masuk dalam cek list persyaratan perizinan tertentu,” ujarnya
Koordinator UPPKB Cekik I Ketut Iriana Waskita ketika dikonfirmasi mengatakan, setelah apel pagi, tiba-tiba ada seorang sopir yang akan menjalani rapid test memberitahu anggotanya kalau asap mengepul dari mobil kijang dinas itu.

“Petugas kami langsung memadamkan api dengan tabung pemadam. Beruntung kami selalu menyediakan tabung pemadam. Jika tidak maka kebakaran bisa meluas ke gudang genset dan kamar mansi,” ungkapnya.

Iriana, mengaku tidak tahu pasti darimana sumber api yang melalap mobil dinas perhubungan provinsi yang sudah diserahkan ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali-NTB seiring dengan diambil alihnya jembatan timbang oleh pusat itu.

Mobil kijang keluaran tahun 1992 yang sudah menjadi rongsokan dan akan dihapus dari asset itu juga tidak berisi bahan bakar.

“Darimana sumber api kita tidak tahu pasti. Mungkin ada yang membuang puntung rokok yang masih menyala didekatnya lalu percikan apinya terbawa angin yang kemudian membakar mobil tua itu,” ungkapnya.

Penulis/Editor : Anom /Oka Suryawan

Facebook Comments