I Nyoman Sumardika, S.Sos., (Pak Man Ligir) saat memberikan hadiah kepada anak yang memenangi perlombaan HUT RI.
I Nyoman Sumardika, S.Sos., (Pak Man Ligir) saat memberikan hadiah kepada anak yang memenangi perlombaan HUT RI.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com-
Momentum hari kemerdekaan RI ke-74, menjadi sangat tepat untuk menggelora semangat persatuan dan cinta tanah air di tengah perbedaan dan keberagaman. Karenanya, tokoh masyarakat I Nyoman Sumardika, S.Sos., berupaya mengisi hari kemerdekaan guna memupuk tali pesaudaraan dan kebersamaan dengan menggelar berbagai lomba yang melibatkan masyarakat di lingkungan Jalan Wibisana, Banjar Belong Gede, Desa Pemecutan Kaja Denpasar.

Kemeriahan lomba dalam rangka hari kemerdekaan tersebut, baru pertama kali dirasakan warga setempat. “Kegiatan ini, baru permata kali dilaksanakan di sini. Ini spontanitas dari anak – anak muda disini, yang saya dukung sepenuhnya,” tutur Pemilik Wibisana Dekorasi yang akrab disapa pak Ligir tersebut.

Kegiatan tersebut ternyata mendapat respon positif warga sekitar yang tidak hanya ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan lomba, namun juga banyak yang berinisiatif menyumbang baik dengan tenaga maupun materi.

“Ini benar-benar luar biasa, masyarakat tumpah ruah untuk hadir. Karena setelah pilkada lalu dimana setiap orang memiliki pilihan masing-masing tapi momen kemerdekaan ini mampu menyatukan kami semua. Tidak ada lagi perbedaan partai, golongan, agama semuanya membaur dalam kemeriahan hari kemerdekaan ini,”
jelas mantan Kepala Pasar Badung disela-sela berlangsungnya perlombaan.

Sumardika menyebut, beragam jenis lomba digelar seperti lari karung, memasukkan paku dalam botol, menyanyikan lagu Nasional dan lain sebagainya. Tak hanya kalangan muda yang hadir, hampir semua lapisan masyarakat turut memeriahkan Semarak  Hari Kemerdekaan RI ke-74, mulai dari anak-anak hingga lansia ikut menyaksikan.

” Kurang lebih seribu orang ada yang hadir. Kami sangat bangga masyarakat terhibur,” ungkapnya menggebu.

Ditandaskan, dengan persatuan tersebut diharapkan kedepannya kerukunan semakin meningkat, antar warga bisa saling menjaga. “Tidak hanya orang Bali, masyarakat muslim turut meramaikan kegiatan ini, sebagai bentuk toleransi antar warga masyarakat” ucapnya.

Sementara I Made Nama Sugita, tokoh masyarakat mengaku sangat senang ada tokoh yang mau peduli dalam upaya menjaga dan menggelora semangat persatuan dan cinta tanah air. Karena selama ini tidak ada kegiatan seperti itu yang mampu meningkatkan kerukunan antar warga.

“Kami senang dan mendukung hal-hal positif, semoga kedepan terus dilanjutkan kegiatan seperti ini,” tandasnya singkat. (bud/bpn/tim)