JAKARTA, balipuspanews.com – Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa mengatakan mental anak-anak Indonesia sekarang ini sangat dipengaruhi oleh sosial media seperti Tik tok, Instagram, Facebook dan ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Disini perlu lebih mencermati apa yang terjadi dan salah satu tanda-tanda yang muncul adalah anak mudah menjadi galau.
“Anak-anak menjadi mudah galau hanya karena temannya tidak follow dia sehingga gelisah, padahal hal tersebut menurut kita sepele. Kita jangan membiarkan anak-anak kita berinteraksi dengan dunia digital tanpa memberikan bekal,” ungkapnya saat diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema: “Menjaga Dunia Pendidikan Dari Pengaruh Negatif Media Sosial” yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Literasi digital kita sangat rendah begitu juga dengan literasi baca tulis dan literasi-literasi lainnya seperti literasi numerasi, literasi finansial, literasi kebudayaan dan literasi teknologi.
“Hal tersebut membuat kita dipaksa langsung untuk memahami literasi-literasi itu,” ungkapnya.
Beberapa kali dalam rapat di Komisi X terkait literasi baca tulis itu harusnya di desain oleh pemerintah sampai kelas 2 SD berapa ribu kosa kata yang harusnya mereka kuasai sampai kelas 6 sampai SMP, SMA dan semuanya itu harusnya dipahami supaya apa mau tidak mau dia terpaksa untuk memahami arti kata-kata dan juga persoalan-persoalan yang mungkin muncul dari hal-hal yang sifatnya tertulis karena tertulis dengan lisan itu sangat berbeda.
“Komunikasi tertulis dan komunikasi lisan itu sangat berbeda. Ini PR yang harus diselesaikan. Selain itu juga perlu dilihat sejauh mana pendampingan kita terhadap literasi tersebut. Kedepannya, mungkin bagus tapi nanti siapa yang melakukan sensor,” ujarnya.
“Tugas kita sekarang mengajak semua orang untuk konsisten jangan terlalu permisif dan meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi saat artificial intelligence berkembang semakin susah membedakan mana yang real. Mudah-mudahan ke depan ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan pendekatan komunikasi visual,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPAI, Kawiyan mengatakan dunia digital berperan penting dalam pembentukan karakter dan membantu proses belajar mengajar. Oleh sebab itu perlu pendampingan orang tua/guru dalam pengawasannya supaya tidak terjadi penyalahgunaan.
Penulis/editor: Ivan Iskandaria.



