Minggu, Juli 21, 2024
BerandaBulelengMulai Terkikis, Nyurat Aksara dan Berbahasa Bali Terus Digalakkan ke Generasi Muda

Mulai Terkikis, Nyurat Aksara dan Berbahasa Bali Terus Digalakkan ke Generasi Muda

BULELENG, balipuspanews.com– Penggunaan Bahasa Bali, terlebih di daerah perkotaan sudah mulai jarang ditemui dan menyikapi kondisi itu, Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Buleleng terus berkomitmen untuk melakukan gerakan sosialisasi dan pembinaan secara masif dengan menyasar seluruh anak-anak dan generasi muda.

Ketua Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Buleleng, Putu Pertamayasa mengatakan seluruh tim penyuluh komitmen melakukan gerakan sosialisasi dan pembinaan secara masif dengan menyasar seluruh anak-anak dan generasi muda di Buleleng. Mengingat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir menyurat aksara dan berbahasa Bali mulai jarang ditemui khususnya wilayah perkotaan.

Pihaknya menilai semua itu disebabkan oleh kecenderungan dari generasi muda dalam memanfaatkan digitalisasi kesehariannya hanya untuk mengakses hal yang sifatnya modern atau kekinian. Seperti halnya dalam berbagai platform media sosial yang ada, suguhan konten-konten lebih condong pada pergaulan yang kurang baik.

“Kami sebagai penyuluh Bahasa Bali juga tidak mau kalah dengan perkembangan teknologi. Melalui fanpage media sosial Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Buleleng kami selalu memposting materi-materi berbahasa Bali, kegiatan-kegiatan kami di lapangan yang terus kami lakukan secara masif,” sebutnya saat dikonfirmasi, Rabu (27/3/2024).

BACA :  Hindari Warga Meninggal Terdaftar Sebagai Pemilih, KPU Tugaskan PPK dan PPS Kawal Pembuatan Akta Kematian

Bahkan sampai dengan berita ini diterbitkan apa yang dirinya dengan tim lakukan diakui telah mendapat banyak respon positif dari masyarakat seperti banyak orang tua yang meminta anak-anaknya untuk dapat ikut serta dalam kelompok belajar.

Sehingga secara bertahap, mulai dari generasi muda hingga anak-anak TK maupun SD sudah mulai tertarik mengikuti kegiatan dalam kelompok belajar di masing-masing desa/kelurahan di Buleleng.

Harapannya, katanya ke depan secara rutin dan berkelanjut, program kelompok belajar terus digaungkan Penyuluh Bahasa Bali ke seluruh desa/kelurahan. Langkah awal mulai dari menjajagi sekolah-sekolah, dari jenjang SD hingga SMA/SMK, melakukan sinergi bersama tokoh adat dan pemerintah desa.

Untuk itu, Pertamayasa berharap terkait pelestarian Bahasa Bali yang dilakukan pemerintah dan Penyuluh Bahasa Bali tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan penuh dari masyarakat.

“Jangan sampai lupa berbahasa Bali dan nyurat Aksara Bali, baik untuk kita selaku orang tua maupun juga kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Kita semua mempunyai tanggungjawab bersama melestarikan ini,” pungkasnya.

BACA :  Pemberitahuan Rencana Pengadaan Tanah Untuk GOR Dan Sarana Penunjang Di Desa Babakan Gianyar

Penulis: Nyoman Darma
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular