Kamis, Mei 23, 2024
BerandaBangliMuncul Ikan Predator di Danau Batur, Bupati Sedana Artha Pimpin Gebyar Penanganan

Muncul Ikan Predator di Danau Batur, Bupati Sedana Artha Pimpin Gebyar Penanganan

BANGLI, balipuspanews.com – Keberadaan ikan invasif yang dijuluki red devil di Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali mulai mengkhawatirkan. Pasalnya, ikan predator tersebut sering memakan ikan kecil dan telur ikan.

Atas kondisi itu, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta memimpin acara gebyar penanganan ikan invasif Red Devil di Dermaga Kedisan, Kintamani, Jumat (5/4/2024).

Diketahui jenis ikan ini menjadi ancaman untuk keanekaragaman hayati di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli. Pemerintah Kabupaten Bangli Melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli mengupayakan pengendalian red devil di Danau Batur.

Dimana diketahuinya Ikan predator tersebut sudah terdeteksi sejak tahun 2016 lalu. Perkembangan red devil cukup pesat. Populasi red devil di Danau Batur mengalami peningkatan. Ikan ini pemangsa serangga, cacing, ikan kecil, termasuk telur ikan.

“Ikan ini sifatnya teritorialis dan invasif sehingga perkembangannya cukup pesat di Danau Batur, Red devil juga memakan pakan ikan ketika petani memberi makan ikan peliharaannya. Dikhawatirkan populasi Red Devil terus meningkat. Jika populasinya tidak terkendali akan merugikan petani,” ujarnya.

Sementara itu Kadis PKP, I Wayan Sarma dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan, dalam rangka seremoni Gebyar Penanganan Ikan Invasif Red Devil, yang dirangkaikan dengan Gertak Eco-Enzym Bangli Bisa Periode II Tahap Pertama.

BACA :  Pemerintah Percepat Penanganan Bencana Galodo di Sumbar

“Dimana kita ketahui bersama Kaldera Batur menyandang berbagai predikat mentereng, antara lain sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Sebagai Unesco Global Geopark,dan sebagai salah satu dari 15 danau Nasional yang diselamatkan sesuai Perpres 60 Tahun 2021,” ungkapnya

Menurut para ahli lingkungan dan disepakati Danau Batur menghadapi dua masalah besar, yaitu pertama sedimentasi atau pendangkalan kedua pencemaran.

“Terhadap masalah pencemaran, Pemerintah Kabupaten Bangli dalam hal ini Bapak Bupati dan para pemerhati lingkungan telah secara konsisten dan terus menerus menuangkan Eco-Enzim melalui Gerakan Serentak Eco-Enzim Bangli Bisa, yang pada saat ini telah memasuki Periode II Tahap Pertama.
Hasilnya secara kasat mata sudah bisa kita lihat kita buktikan bahwa air danau nampak lebih jernih,” paparnya

Kemudian belakangan muncul fenomena baru dengan merebaknya jenis ikan invasif yang bernama Red Devil. Perkembangan ikan Red Devil ini sangat pesat, sehingga berdampak pada 2 hal, yaitu pertama terancam punahnya ikan-ikan endemis Danau Batur, yang berarti mengancam keberadaan keanekaragaman hayati atau biodiversity yang sesungguhnya merupakan bagian penting dari Geopark dan yang kedua dampak ekonomis dengan menurunnya pendapatan para nelayan.

BACA :  10 Kali Beruntun Raih Opini WTP, Laporan Keuangan Buleleng Semakin Berkualitas

“Lebih lanjut nanti dari HSNI Cabang Bangli, akan memberikan testimoni,” sebutnya

Terhadap hal ini pihaknya selaku Perangkat Daerah (PD) yang mengampu urusan Pemerintahan di bidang perikanan telah melakukan dua upaya antara lain pertama pernah menawarkan hasil tangkapan ikan Red Devil ini kepada pengelola taman safari, yang kiranya bisa menjadi pakan hewan di sana, namun ternyata tidak memenuhi syarat. Kemudian upaya lainnya melalui pemanfaatan ikan Red Devil untuk menjadi kuliner yaitu berupa olahan krispi.

“Saat ini sudah ada 2 kelompok binaan kita, akan tetapi serapan bahan baku mereka belum maksimal. Oleh karena itu kedepannya ada empat kegiatan yang telah kami rancang pertama Gebyar kita lakukan hari ini sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi bahwa Red Evil adalah ikan invasif yang menjadi musuh bersama,” ujarnya

kedua penangkapan Red Devil oleh masyarakat pesisir, yang hasil tangkapan kita tawarkan kepada pengusaha pabrik pakan ternak yang ada di Pengambengan, Jembrana, untuk diolah menjadi tepung ikan ketiga peningkatan SDM para Bendega dan para pengolah, untuk bisa meningkatkan volume usahanya dan terakhir restoking atau pelepasan benih ikan endemis Danau Batur.

BACA :  Peternak Sapi Diminta Kreatif Manfaatkan Limbah Pertanian Atasi Kekurangan Ransum di Musim Kering

“Kegiatan Gebyar kita kali ini adalah merupakan kegiatan kolaboratif yang tidak sepenuhnya menggunakan anggaran pemerintah. Oleh karena pada kesempatan ini izinkan kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada donatur kita, Dinas Kehutanan dan Perikanan Provinsi Bali, Bank BPD Bali Cabang Bangli, PT Bank Pasar Daerah Bangli, Bank BNI, dan Donatur lainnya yang tidak sempat kami sebutkan satu per satu,” pungkasnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penuangan eco enzyme yang di pimpin langsung oleh Bupati Bangli Sang nyoman Sedana Arta turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Parta, Anggota Forkompimda Kabupaten Bangli, Pimpinan Perangkat Daerah kabupaten Bangli serta para undangan terkait lainnya.

Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular