Situasi pasca Erupsi Gunung Agung
Situasi pasca Erupsi Gunung Agung
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SELAT, balipuspanews.com – Sejumlah kesaksian warga sekitar kaki Gunung Agung menyebutkan tinggi asap mencapai 600 meter dan ada letupan api kecil saat Gunung Erupsi.

“Menerima informasi dari pak Putu Dana (Sebun) pkl. 20.05 Wita bahwa teramati hembusan keabu-abuan dengan tinggi 600 meter, ” kata Ketua Pasebaya Karangasem, I Gde Pawana

Lebih jauh, Pawana menyebutjan berdasarkan informasi dari Mang Ardi (Badeg) pukuk 20.07 Wita bahwa teramati letupan api kecil dan suara gemuruh.

Sedangkan informasi dari seputaran Kubu secara visual tidak teramati namun dari laporan Kawil Daya (Dek Manuh) pukul 20.23 Wita terjadi hujan abu tipis.

Sementara, pada pukul 20.39 Wita informasi dari pak Mang Buda (Sebudi) secara visual GA teramati jelas sudah nihil asap.

Laporan dari Magma-Ven telah terjadi erupsi Gunung Agung pada pkl. 19.55 Wita kolom abu tidak teramati.

Sementara itu, saat ini G. Agung berada pada Status level III (Siaga).

Rekomendasi masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (art/suar/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...