Rapat Pleno diperluas dengan pembahasan pelaksanaan Musda, di Sekretariat DPD Partai Golkar Gianyar, Rabu (29/7/2020).
Rapat Pleno diperluas dengan pembahasan pelaksanaan Musda, di Sekretariat DPD Partai Golkar Gianyar, Rabu (29/7/2020).

GIANYAR, balipuspanews.com – DPD Golkar Gianyar dipastikan tidak akan “mengimpor” calon ketua DPD II Golkar Gianyar dalam Musda yang akan berlangsung Agustus mendatang.

Dalam pertemuan dengan jajaran pengurus DPD dan Pengurus Kecamatan (PK) se- Gianyar di sekretariat DPD Golkar Gianyar, Rabu (29/7/2020), mayoritas kader partai pimpinan Airlangga Hartato itu menginginkan posisi ketua DPD dijabat kader Golkar.

Sinyal Golkar tidak akan “mengimpor” tokoh di luar kader partai seperti saat meminang tokoh Puri Ubud Cokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah beberapa tahun silam itu dibenarkan sekretaris DPD Golkar Bali yang juga Plt ketua DPD Golkar Gianyar, Made Dauh Wijana usai pertemuan.

Mengenai adanya dorongan agar Ketua DPD Partai Golkar mengikuti pola terdahulu, yakni dengan mengimport tokoh dari luar struktur, Dauh menilai  bakal  sulit terjadi. Selain dinamika politiknya berbeda, peserta rapat yang sebagian besar adalah pemilik suara, sudah menyepakati agar calon yang ditampilkan berasal dari internal partai.

“Tapi ini baru kesepahaman dalam rapat. Tentunya semua peluang ada,nantinya dikembalikan ke pemilik suara,” ujarnya.

Mengenai persyaratan calon, juga diakui sempat dibahas dan disepakati semua kader Partai Golkar  mempunyai peluang yang sama asalnya memiliki jejak rekam, kapasitas dan kualitas yang terukur.

“Rapat hari ini, kami membahas persiapan pelaksanaan Musda DPD Partai Golkar Gianyar, karena DPP menginstruksikan agar Musda DPD II sudah harus dilaksanakan paling lambat 31 Agustus 2020,” ungkap Dauh Wijana.

Politikus asal Pejengaji, Tegallalang itu menyebutkan, Musda rencananya bakal berlangsung 7 Agustus mendatang. Namun, rencana ini belum final karena masih menunggu persetujuan DPD Bali.

“Dalam pemilihan ini, kita semua berharap dilaksanakan dengan kemufakatan yang ditentukan oleh pemilik suara tentunya,” terang Dauh.

Rapat tertutup yang berlangsung lebih dari tiga jam itu, selain membahas persiapan Murda juga membicarakan adanya riak-riak di internal partai.

Mengenai adanya desakan dari salah satu organisasi sayap agar pelaksanaan Musda ditunda, Dauh menegaskan tidak mungkin karena sudah menjadi instruksi induk partai. Bahkan adanya surat yang diajukan ke DPD Pusat itu sudah ditangani tim Investigasi DPD Partai Golkar Bali.

“Surat yang disampaikan ke DPP itu sudah kami tangani dan sudah klir tidak perlu direspon lagi karena legal standingnya sudah error,” ungkap anggota Tim Investigasi DPD Partai Golkar Bali, I Wayan Gede Supadma yang mendampingi Dauh Wijana.

Supadma yang juga sebagai Sekretaris DPD AMPG Bali ini menegaskan, jika orang atau pihak yang menyampaikan keberatan itu tidak lagi Ketua DPD AMPG Gianyar.

Terlebih, orang yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari kepengurusan partai, lantaran ikut Pilkades. Karena kepengurusan AMPG Gianyar tidak aktif, kami pun sudah menunjuk I Gusti Ngurah Alit sebagai Plt Ketua AMPG Gianyar sejak bulan Februari lalu.

“Kami sayangkan yang bersangkutan menggunakan kop surat AMPG Gianyar, terlebih ditandatangi sendiri,” ungkap Supadma geleng-geleng.

Sebelumnya, Gusti Agung Ngurah Arika Sudewa mendesak Musyawarah Daerah (Musda) Golkar  ditunda.

Ngurah yang memposisikan dirinya masih sebagai Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Golkar Gianyar, mengaku sudah  mengirimkan surat kepada DPP Golkar. Harapannya, Golkar pusat menerjunkan tim untuk mengusut beberapa dugaan yang disebutkan dalam surat tersebut.

PENULIS : Ketut Catur

EDITOR : Oka Suryawan

Facebook Comments