I Gde Sumarjaya Linggih
I Gde Sumarjaya Linggih

DENPASAR, balipuspanews.com – Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih memegang konsep “De Ngaden Awak Bisa Depang Anake Ngadanin” atau jangan mengaku diri bisa, biarkan orang menilai dalam hajatan Musda Golkar Bali.

” Dalam hajatan ini, saya memegang
konsep “De Ngaden Awak Bisa Depang Anake Ngadanin” atau jangan mengaku diri bisa, biarkan orang menilai,” kata Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih saat mengumumkan pemunduran pelaksanaan Musda Partai Golkar Bali yang rencanaya akan digelar pada Minggu,(22/4) di Sanur Prime Plaza Hotel, Sanur, Denpasar diudur pelaksanaannya menjadi hari Senin,(24/4) mendatang.

Konsep ini menurutnya sangat pas dalam hajatan pertarungan politik.
Dirinya juga tak menyangkal kalau selama ini dukungan politik dari Ketua DPD II se – Bali kepada dirinya sangat tinggi.

“Ya dari pertemuan dan pleno yang dilakukan oleh DPD II semuanya mengarah dukungan ke saya,” ujarnya.

Tetapi dirinya menyadari politik itu dinamis karena penentuannya ada di Musda.

“Siapa tahu saat Musda masuk angin, pilihan jadi lain,” jelasnya.

Kendati demikian adanya dari 14 yang sah memiliki legalitas dalam pemilihan Ketua DPD Golkar Bali,hampir seluruhnya mengarah dukungan kepada dirinya.

Ketika ditanya soal pengunduran pelaksanaan Musda menurut Demer menyampaikan, tidak ada hal yang istimewa dalam pengunduran dari pelaksanaan Musda. Teknis acara sangat siap, jadi hanya masalah waktu saja.

“Kami juga telah menyebarkan undangan serta, udanganya juga sedang kami ralat, dan akan kami ralat juga dengan melakukan komunikasi ke pihak-pihak terkait lainya.

Sehinga, pada saatnya nanti dapat meminimes kemungkinan kecewanya para udangan,” jelasnya.

Udangan rencana disebar sebanyak 300 undangan.

Politisi yang kini duduk sebagai anggota DPR RI ini menambahkan adapun udangan yang diundang antaralain, Gubenur Bali, Seluruh Pimpinan Partai, KPU, Bawaslu serta pihak terkait lainya.

“Kemungkinan juga Ketua Umum nantinya akan datang dalam Musda,” tutup Sumarjaya Linggih. (Art/BPN/tim)