DENPASAR, balipuspanews.com- Memasuki musim kemarau di Bali, tidak menjadi penghalang terkait jumlah ketersediaan pangan di Bali. Justru pada musim kemarau sekarang Bali mengalami surplus untuk beberapa komoditi pokok seperti beras.
“Berbicara stok dan ketersediaan pangan di Bali, kemarin kami sempat rapat bersama dewan ketahanan pangan, dari hasil rapat, berdasarkan data posisi beberapa komoditi pangan di Bali seperti beras, per Juli masih surplus 102 ribu ton, sedangkan yang lainnya seperti jagung, ketela pohon juga masih aman,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. I Wayan Jarta, MM., saat ditemui di kantornya, Rabu (4/9).
Dikatakan Jarta, perJuli kemarin komoditas kedelai sempat mengalami keterbatasan, namun hal tersebit tidak menjadi permasalahan. Meskipun sekarang lagi musim kemarau, diprediksi justru mengalami musim panen.
Jarta mempertegas, untuk komoditas beras kedepan hingga Desember diprediksikan tidak ada permasalahan terkait ketersediaannya.
“Prediksi tidak ada permasalahan khususnya beras, yang lain ada fluktuatif bahkan sudah turun seperti harga bawang dan cabai,” imbuhnya.
Untuk diketahui adapun kebutuhan beras di Bali berjumlah sekitar 34 ribu ton perbulan. Sedangkan ketersediaan beras di Bali mencapai sekitar 49 ribu ton.
“Kebutuhan beras selama 7 bulan terakhir sebesar 240 ribu ton, sedangkan beras di Bali ketersediaannya 342 ribu ton, berdasarkan perhitungan komulatif maka diperoleh ada surflus,” tegasnya.
Adapun rata-rata kebutuhan beras perkapita di Bali adalah 98 kilo gram perkapita pertahun. Meskipun demikian, untuk di Bali sendiri kebutuhan tersebut masih mampu ditangani.(bud/bpn/tim)



