Muspida Bangli Deklarasi Perangi Teroris

Bupati Bangli Made Gianyar bersama Muspida Bangli mengelar deklarasi perangi teroris dilapangan Kapten Mudita

Bangli, balipuspanews.com- Aksi teroris yang berlangsung dikota Buaya Surabaya dan provinsi Riau membuat pemangku kebijakan dikota Bangli bersikap. Kamis ( 17/5) 2018, bertempat dilapangan Kapten Mudita, Muspida Bangli dibawah pimpinan bupati Bangli Made Gianyar ketua PN Bangli Gusti Ayu Susilawati melakukan deklarasi pernyataan sikap “ Perangi Aksi Teroris ”.

Deklarasi juga diisi doa bersama terhadap korban Mako Brimob, Surabaya dan Riau. Dalam orasinya, Bupati Made Gianyar menyebutkan bagaimana bangsa Indonesia berdiri. Ada proses panjang yang tidak boleh dilupakan. Dimana hampir tiga setengah abad dijajah Belanda, tiga setengah tahun dijajah Jepang sebelumnya akhirnya Indonesia merdeka 17 Agustus 1945.

Bupati asal Kintamani itu juga menceritakan bagaimana setelah merdeka banyak masalah bangsa muncul seperti G30S/PKI tahun 1965.

“ Dan sekarang diera reformasi, kita kembali mengalami cobaan.  Sekarang bangsa Indonesia mengalami tantangan dan ancaman dari terorisme. Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, di Kabupaten Bangli, hari ini kita telah sampaikan deklarasi pernyataan sikap perangi aksi terorisme,” pekik bupati Made Gianyar.

Bupati kader PDIP itu meminta deklarasi tersebut harus disampaikan kepada keluarga, sahabat dan seluruh lapisan masyarakat, agar selalu waspada terhadap lingkungan sekitar. Apabila ada yang mencurigakan, segera hubungi pihak berwajib.

“ Kita minta masyarakat selalu peduli dan waspada lingkungan sekitar. Kalau ada yang mencurigakan, segera lapor ke pihak berwajib,” sarannya.

Pada kesempatan itu, Bupati Made Gianyar juga menjelaskan, setiap kemajuan pasti ada peluang dan cobaan.  Dan yang terjadi sekarang ini, kita anggap sebagai cobaan untuk kemajuan bangsa kita kedepan.

” Cukup sudah aksi terorisme terjadi di Mako Brimob, Jawa Timur (Surabaya) dan Riau. Jangan sampai terjadi didaerah lain (stop sampai disana). Kita tidak ingin kegiatan yang sangat keji itu akan terjadi di Kabupaten Bangli. Untuk itu kita mengajak semua pihak, bisa memahami isi peryataan sikap ini. Sekarang saatnya kita saling memberikan perhatian dan peduli terhadap lingkungan kita,” harapnya.

Sementara itu Kapolres AKBP Agus Tri Waluyo dalam orasinya kembali mengingatkan, kejadian bom Bali I yang terjadi tahun 2002 lalu. Efek dari bom tersebut sangat berpengaruh terhadap sector pariwisata.

Oleh karenannya, melalui kesempatan ini, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program deradikaliasi pemerintah untuk melawan paham radikalisme. Perwira dua melati itu menegaskan, program deradikalisasi ada dua jenis, yakni soft power dan hard power. Apabila sudah berdampak signifikan terhadap keamanan negara, maka aparat pemerintah dibantu TNI dan Polri bisa melakukan tindakan hard power.

Sedangkan kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari deradikalisasi soft power. “ Dalam soft power ini, kita sama-sama menyatakan sikap menolak paham radikal dan terorisme, ” tegas Kapolres.

Kapolres meminta masyarakat agar tidak mengeneralisasi, bahwa teroris adalah agama tertentu. Tegas dia, Teroris ya teroris. Pelaku kejahatan kemanusiaan dari golongan tertentu yang melakukan tindakan anarkis.

Sedangkan Dandim 1626 Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto saat mengawali orasinya, menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka – luka akibat aksi terorisme. Ia juga sangat mengutuk seluruh aksi terorisme dengan alasan apapun.

Karena hal itu sangat membahayakan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Untuk itu, ia mengajak kita semua, untuk tidak gentar terhadap aksi terorisme.

“ Saya mengajak semua pihak, baik tokoh adat, tokoh agama dan seluruh lapisan masyarakat, bahwa aksi terorisme ini harus kita hadapi bersama. Mari tingkatkan soliditas diantara kita, tingkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” kata Dandim.

Untuk memerangi radikalisme demikian Dandim, cegah dini dan deteksi dini, adalah kunci yang paling ampuh. Sehingga tidak ada satupun titik di wilayah Kabupaten Bangli yang disusupi oleh paham radikalisme.( rls/sur)