Gusti Putu Artha ketua DPP Partai Nasdem
Gusti Putu Artha ketua DPP Partai Nasdem

KARANGASEM, balipuspanews.com- Mundurnya Wayan Artha Dipa sebagai calon bupati ditengah proses penjaringan di DPD II Golkar Karangasem menggelinding bak bola salju. Kali ini ketua DPP partai Nasdem Gusti Putu Artha angkat bicara seputar alasan mundurnya Artha Dipa yang salah satu alasannya menyinggung bupati Mas Sumatri.

” Surat pernyataan dibuat dan ditujukan kepada Partai Golkar. Namun beberapa item dalam surat pernyataan itu, menyinggung nama bakal calon Nasdem I Gusti Ayu Mas Sumatri, dan cenderung bernuansa fitnah,” ujar Artha dengan nada tinggi.

Mantan anggota KPU Pusat itu meluruskan informasi yang bermuara dari IGA Mas Sumatri sebagai penyebab mundurnya Artha Dipa dari proses penjaringan di Golkar.

Artha menyebutkan, pada butir keempat pernyataan Artha Dipa ada tuduhan bahwa saat mendaftar Mas Sumatri sekaligus mengajak calon wakil bupati Made Sukerena adalah hal yang tidak benar. Menurut mantan wartawan itu,
Made Sukarena sebagai bakal calon wakil datang 1 jam lebih awal daripada Mas Sumatri.

Saat Mas Sumatri mendaftar, panitia penjaringan telah selesai memproses pengembalian formulir Sukerana. Jadi dua pendaftar berproses berbeda.

Selanjutnya Mas Sumatri bersama rombongan berangkat dari Kantor DPD Nasdem tanpa mengajak Sukerana. Jika saat mendaftar Sukerana menyalami Mas Sumatri itu karena Sukrena dan rombongan masih bertahan di DPD Golkar.

Soal jabatan wakil bupati, bukan wewenang Mas Sumatri tetapi Partai Golkar. Tuduhan mengajak wakil bupati seolah-olah Artha Dipa meremehkan partainya sendiri yang seakan biasa diatur oleh orang per orang dalam penentuan wakil.

Padahal sistem pencalonan di Golkar demikian Artha, sepertinya halnya Nasdem sangat profesional dan berlandaskan peraturan organisasi.

” Jika karena kesan mengajak bakal calon wakil bupati” lalu Artha Dipa menolak melanjutkan proses pencalonan di Golkar, saya menilai kualitas kekaderan dan tahan banting sebagai politisi amat lemah dan cenderung kekanak-kanakan, ” kritik Gusti Putu Artha.

Seharusnya, lanjut Artha, dengan kesatria dan kukuh, Artha Dipa percaya diri merebut rekomendasi Golkar. Bila perlu merebut rekomendasi calon bupati.

” Bukankah karena itu Artha Dipa meninggalkan NasDem dan memilih Golkar?,” sebutnya.

Artha juga menyinggung surat pernyataan mundur Artha Dipa nomor 5 yang menyebutkan, Artha Dipa menyatakan kurang tepat berebut rekomendasi yang sama dalam partai yang sama.

Pernyataan ini kata Artha, memberi kesan sikap plin plan dan kekanak-kanakan karena sejak awal Artha Dipa telah paham bahwa Mas Sumatri akan mendaftar di Golkar.

Artha menegaskan, Artha Dipa seharusnya tidak perlu menyeret-nyeret pihak lain dalam hal ini Mas Sumatri.

” Jujur saja bahwa karena mungkin mendapat angin di partai lain lalu mundur dari Golkar. Cukup. Publik sangat paham,” sindirnya. (bas/art/tim/bpn)