Jumat, Juli 19, 2024
BerandaJembranaNatal, 9 Napi Rutan Negara Terima Remisi

Natal, 9 Napi Rutan Negara Terima Remisi

JEMBRANA, balipuspanews.com– Di Hari Raya Natal ini ada 9 orang narapidana (Napi) beragama Kristen yang menjalani pembinaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Negara (Rutan Negara) wilayah kerja kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali menerima remisi.

Penyerahan Remisi pada Senin (25/12/2023) dilaksanakan pada upacara penyerahan yang dilaksanakan secara terpusat pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bangli.

Pada sambutanya Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly, yang dibacakan oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Romi Yudianto menyampaikan, remisi yang diberikan kepada warga binaan ini buka secara
cuma-cuma oleh pemerintah, namun merupakan sebuah bentuk apresiasi dan penghargaan bagi warga binaan yang telah bersungguh-sungguh mengikuti program pembinaan.

“Program pembinaan yang telah dijalani saat ini merupakan sebuah sarana untuk mendekatkan saudara kepada masyarakat. Diharapkan aturan hukum dan norma yang berlaku dimasyarakat dapat terinternalisasi dalam diri dan menjadi bekal mental, spiritual dan sosial bagi saudara saat kembali ke masyarakat di kemudian hari,” ungkapnya.

BACA :  Di Era Digital, Pentingnya Literasi Digital bagi Anak

Selanjutnya penyerahan remisi dilakukan secara serentak, begitu juga pada Rutan Negara yang dibagikan langsung oleh kepala Rutwn Negara Lilik Subagiyono didampingi oleh I Nyoman Tulus, Kasubsi Pelayanan Tahanan dan staf lainnya.

“Sebanyak 9 narapidana yang terdiri dari 1 orang warga negara asing dan 8 orang lainnya warga asli Indonesia menerima remisi atau pengurangan masa pidana khusus pada Hari Natal,” jelasnya.

Penerima remisi khusus Natal ini terdiri dari dua orang narapidana remisi 15 hari, enam orang mendapat remisi satu bulan dan satu orang mendapat remisi 1 bulan 15 hari.

Narapidana yang menerima remisi khusus Natal pun memiliki beragam latar belakang perkara, termasuk enam orang dengan kasus narkotika, satu orang kasus korupsi, dan dua orang kasus pidana umum.

Pemberian remisi ini dianggap sebagai bentuk penghargaan dari negara terhadap narapidana yang berupaya untuk berbuat baik, memperbaiki diri, dan kembali menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat.

“Dengan pemberian remisi ini diharapkan dapat memotivasi warga binaan untuk merefleksikan diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari, sehingga dapat kembali diterima oleh masyarakat setelah masa pidana usai,” ungkapnya.

BACA :  Hendak Turun, WNA Asal China Jatuh di Pantai Kelingking, Nusa Penida

I Nyoman Tulus menambahkan remisi khusus keagamaan seperti ini diberikan pada hari besar keagamaan. Remisi disesuaikan dengan agama yang dianut oleh masing-masing narapidana dan telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif yang ditetapkan.

“Pemberian remisi ini juga diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat administrasi dan substantif seperti telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di Rutan Negara,” ujarnya.

Menurut Tulus, pemberian remisi khusus pada hari besar keagamaan tersebut merupakan pemenuhan hak-hak narapidana.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular