Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBulelengNekat Kabur Saat Ingin Diamankan, Residivis Ini di Dor Polsek Gerokgak

Nekat Kabur Saat Ingin Diamankan, Residivis Ini di Dor Polsek Gerokgak

BULELENG, balipuspanews.com – Tindakan tegas terukur dilakukan Polsek Gerokgak, Buleleng saat mengamankan residivis berinisial AP,23, disalah satu penginapan di Banyuwangi, Jatim, Minggu (9/1/2022) sekitar pukul 12.39 WITA. AP terpaksa diberikan hadiah timah panas karena mencoba melarikan diri saat mau ditangkap.

Kapolsek Gerokgak Kompol I Ketut Suaka Purnawasa mengatakan, pengejaran dilakukan berawal dari adanya Laporan Polisi Nomor : LP/B/01/I/2022/SPKT/Sek Grk/Res Bll/Polda Bali tertanggal 4 Januari 2022 yang dilaporkan Made Juni Artana,40, warga asal Banjar Dinas Sekeling, Desa Penyabangan, Gerokgak bahwa telah kehilangan emas berupa gelang tangan dan kaki yang sebelumnya disimpan di dalam lemari dengan kerugian sebesar Rp 5 Juta, pada Minggu (10/10/2021) sekitar pukul 23.00 WITA.

Mendapat laporan tersebut Jajaran Polsek Gerokgak kemudian melaksanakan penyelidikan serta memeriksa sejumlah saksi untuk mencari siapa terduga pelaku pengambil perhiasan itu. Tidak berselang lama pihak kepolisian mendengar informasi jika barang korban sudah dijual disalah satu toko perhiasan emas yang ada di wilayah Seririt.

Dari tempat dijualnya barang curian tersebut polisi lalu mengetahui ciri-ciri siapa penjual emas yang diduga adalah seorang residivis berinisial AP yang kesehariannya jadi buruh packing di sebuah tambak tempat tinggalnya sebelumnya.

BACA :  Pj Bupati dan Pj Gubernur Panen Cabai Bersama, Singgung Soal Penanganan Inflasi

Akhirnya bedasarkan bukti permulaan yang cukup polisi mendatangi kediaman pelaku akan tetapi sepertinya kedatangan polisi telah terhendus oleh tersangka yang saat itu tidak ada dirumahnya.

“Kita berhasil menangkap pelaku disebuah rumah di Wilayah Banyuwangi pada tanggal 9 Januari kemarin saat mau diamankan pelaku berbelit-belit seolah ingin mengelabui petugas maka dengan sangat terpaksa kami lakukan tindakan tegas dan terukur,” ungkapnya saat menyampaikan rilis, Kamis (13/1/2022).

Setelah kembali dilakukan pengembangan pelaku langsung mengakui telah melakukan pengambilan barang dirumah korban Made Juni Artana. Bahkan terduga pelaku juga telah melakukan perbuatannya dienam TKP berbeda yang masih ada di sekitaran Wilayah Desa Penyabangan. Sedangkan untuk saat ini barang bukti yang telah berhasil diamankan dari tangan pelaku yakni berupa sepasang gelang emas dengan berat 4 gram.

“Modus pelaku melakukan ini dengan cara masuk ke dalam rumah dengan cara merusak daun jendela rumah dan pintu almari. Pelaku adalah seorang residivis dalam kasus yang sama pernah menjalani hukuman selama 8 bulan penjara,” tandasnya.

BACA :  Mudahkan Akses Pemedek, Pemkab Bangun Jalan Terusan Dibawah Pura Rambut Siwi

Disisi lain, pelaku mengakui melakukan aksinya sendirian dengan cara mengintai rumah korbannya. Setelah berhasil mencuri kemudian hasilnya dijual ke salah satu toko emas di Wilayah Seririt dan mendapatkan uang sekitar Rp 1,5 Juta. Dirinya juga mengaku telah kabur selama kurang lebih satu bulan untuk menghindari kejaran polisi.

“Saya kabur ke Banyuwangi kurang lebih selama satu bulan, Saya mencuri untuk kebutuhan sehari-hari sebelumnya memang saya bekerja di di sebuah tambak, hasil curian emas ini langsung saya jual ke toko di Seririt,” singkatnya.

Akibat perbuatannya kini pelaku diancam dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular