situasi di pelabuhan Gilimanuk Jumat subuh
situasi di pelabuhan Gilimanuk Jumat subuh

NEGARA, balipuspanews.com – Keluarnya surat surat Gubernur Bali, Wayan Koster tentang larangan kendaraan bermotor umum, baik Mobil bus, kendaraan bermotor perseorangan, mobil pribadi, sepeda motor dan sepeda motor keluar masuk Bali dengan menyeberang melalui seluruh Pelabuhan kecuali kendaraan barang/logistik, pemadam kebakaran, ambulans, Mobil jenazah langsung disikapi ASDP. Untuk menyetop pemudik dan kendaraan yang dilarang, milai Jumat (1/5) ASDP tidak melayani tiket bagi penumpang pejalan kaki, mobil pribadi, sepeda motor dan bus. Dengan adanya larangan itu maka banyak penguna jasa

yang akan menyebrang ke Jawa. Sehingga kendaran dan penumpang pejalan kaki yang ingin menyebrang menumpuk di pelabuhan Gilimanuk.

Kendaraan dan penumpang yang datang lebih dahulu memang bisa menyebrang. Namun sampai larangan mulai dilakukan pukul 00.00 masih banyak yang dilarang dan penumpang pejalan kaki yang datang.

Sehingga mereka harus tertahan dipelabnuhan karena ASDp tidak melayani tiket. Beberapa unit bus dan mobil pribadi balik karena tidak bisa menyebrang. Sementara pemudik bersepada motor yang jumlahnya ratusan masih tetap bertahan sambil berharap mereka bisa menyebrang. Lantaran sampai pagi tetap tidak diberikan menyebrang, sempat demo dipelabuhan.

“Kami ingin puilang karena sudah tidak bekerja lagi di Bali, tempat tinggal juga tidak ada, kalau kami balik lalu kami tinggal dimana,” ujar seorang pemudik. Lantaran jumlah mereka banyak dan berdesak-desakan sambil protes akhirnya pihak pelabuhan mengizinkan mereka menyebrang ke Jawa.

Setelah semua disebrangkan, belkangan masih ada kendaraan angkutan umum, mobil pribadi, pemudik bermotor dan penumpang pejalan kami yang datang ke pelabuhan Gilimanuk. Lantaran tiket tidak dilayani dan jalur masuk ditutup portal mereja sebagian ada yang memilih balik, namun ada yang menunggu di pelabuhan.

“Saya mau pulang ke Probolinggo. Tadi di pos Pengragoan sudah diminta balik tapi saya tetap ke Gilimanuk. Sekarang tidak bisa nyebrang,” ujar seorang penumpang pejalan kaki.

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry pelabuhan Gilimanuk, Windra Sulistiawan, saat dihubungi mengatakan, sesuai surat Gubernur Bali itu maka untuk menyetop kendaraan yang dilarang serta penumpang pejalan kaki, ASDP menutup pelayanan loket tiket.

Yang dibuka hanya untuk kendaraan logistic, dan kendaraan lain yang diperbolehkan. Memang malamnya sempat terjadi penumpukan karena mereka yng ingin menyebrang berusaha mengejar agar bisa menyebrang sebelum larangan dimulai.

“Sempat ramai karena mereka mengejar agar bisa menyebrang sebelum larangan dimulai. Tetapi setelah larangan dimulai kita tidak melayani tiket dan mereka diminta kembali,” ungkapnya. (nm/bpn/tim)