Pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolsek Sawan.

SAWAN, balipuspanews.com — Nyoman Putra Tanaya alias Pucil (49) warga Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, harus juk (dibekuk) polisi lantaran aksi nekatnya merampas sepeda motor Honda Beat DK 5343 UAF milik Gede Carik (73) yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

 

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Sawan AKP Gusti Kade Alit Murdiasa mengungkapkan, kronologi pencurian dengan kekerasan bermula saat pelaku Pucil datang ke rumah korban berpura-pura menawar sepeda motor yang hendak dijual pada Senin (10/2) sekitar pukul 09.30 pagi.

 

Kala itu, pelaku menawar motor milik korban dengan harga Rp 8 juta, dimana saat itu korban melepas dengan harga Rp. 10 juta. Lantas, pelaku meminta dokumen BPKB dan STNK motor tersebut.

 

Nah, saat BPKB dan STNK diserahkan, tiba-tiba pelaku merampas sepeda motor berada disamping korban disertai tindakan kekerasan. Korban dicekik sebelum kepalanya dibenturkan ke tembok. Pelaku pun dengan mudah membawa kabur motor milik korban.

 

“Berselang dua hari, yakni Rabu (12/2) anggota kami berhasil menangkap pelaku Pucil di rumahnya beserta barang bukti uang tunai sebesar Rp 3.066.000,- sisa hasil penjualan motor. Ya, motor sudah dijual kepada seseorang di pasar loak Singaraja,” ungkap Kapolsek Murdiasa, Kamis (13/2) malam.

 

Apa motif dibalik pencurian dengan aksi kekerasan itu?

 

Kapolsek Murdiasa kembali menjelaskan, pelaku mengaku nekat mencuri lantaran terbelit utang.

 

“Hasil penjualan motor itu, sebagian digunakan untuk membayar utang oleh pelaku,” pungkasnya.