17/01/2021, 12:01 AM
Beranda Bali Denpasar Netralkan Energi Negatif Bhatara Kala, Kelahiran Wuku Wayang Harus Jalani Ritual Sapuh...

Netralkan Energi Negatif Bhatara Kala, Kelahiran Wuku Wayang Harus Jalani Ritual Sapuh Leger

DENPASAR, balipuspanews.com – Upacara pebayuhan Sapuh Leger hendaknya dilaksanakan tepat pada hari Tumpek Wayang atau Saniscara Kliwon Wuku Wayang. Dalam beberapa lontar seperti lontar Kidung Sapuh Leger menyatakan, puncak kekuatan pengaruh kala pada wuku wayang tepatnya pada Saniscara Kliwon wuku wayang.

Di masyarakat, keyakinan umat hindu untuk ruwatan bagi kelahiran wuku wayang dewasa ini sering dilaksanakan sejak hari Minggu sampai hari Jumat wuku wayang itu sah-sah saja. Namun, alangkah baiknya dilaksanakan bertepatan pada Tumpek Wayang.

Tokoh muda sekaligus Akademisi Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H., kepada balipuspanews.com, Jumat (8/1/2021) menguraikan, bahwa saniscara kliwon atau tumpek merupakan akhir dari pancawara dan sapta wara, kliwon diyakini pemujaan terhadap Siwa atau hari baik memuja kekuatan Siwa. Penglukatan yang dilakukan oleh dalang samerana yang juga di sebut Siwa.

Ruwatan Sapuh Leger sering dilaksanakan pada wuku wayang dari hari Minggu sampai Jumat itu boleh dilakukan artinya sesuai kesepakatan warga.

Namun, sesuai filsafat disebutkan puncak dari pertemuan sapta wara dan panca wara adaah saniscara kliwon maka itulah waktu yang tepat yang disebut waktunya Siwa.

Sapuh leger terdiri dari dua unsur kata yaitu sapuh artinya membersihkan dan leger artinya kotor. Jadi sapuh leger berarti membersihkan kotoran.

Lebih jauh pria kelahiran Desa Bali Aga, Pedawa, Buleleng ini menyatakan, pembersihan dalam Kala Tatwa diceritakan secara singkat, ada pencarian Bhatara Kala kepada Rare Kumara yang memang lahir pada wuku wayang.

Puncak dari pencariannya dilakukan pada Saniscara Kliwon, saat itulah kemudian rare kumara bersembunyi dibawah bumbung gender dari wayang sapuh leger.

Kemudian Bhatara Kala nylimurang manah (asik) di banten bebangkit yang dipersembahkan Dalang Samerana, sehingga batallah dia mencari Rare Kumara.

“Sebenarnya pencarian ini dilakukan pada hari Minggu sampai Jumat, pada saat saniscara kliwon ini ia mendapatkan pengruwatan, pengruwatan ini disebut Sapuh Leger yang dilakukan oleh Mpu Leger atau Dalang Samerana,” urainya.

Mengapa orang kelahiran wuku wayang harus mendapatkan ruwatan atau mebayuh sapuh leger?

Satria memaparkan, bahwa ada kegundahan, ketakutan, dan merasa dalam kehidupannya di spesialkan atau menggangu bagi mereka yang lahir pada wuku wayang.

Sastra mengatakan, kelahiran pada wuku wayang memang memiliki kelebihan seperti : lebih nakal, lebih gedean ambek, lebih penyakit, dan sebagainya. Tetapi bagi mereka yang lahir pada wuku wayang mulai dari redite wayang sampai saniscara kliwon dapat dinetralisir melaui pebayuhan yang sisebut dengan sapuh leger.

Upacara sapuh leger adalah upacara untuk menetralisir hal-hal negatif bagi kelahirannya, setelah upacara sapuh leger dilakukan maka diyakini yang lahir pada wuku wayang akan terbebas dari ala (masalah).

Dengan catatan, siapapun dia, lahir di hari baik sekalipun atau lahir di hari buruk, jika dia dipelihara dengan baik, berada pada lingkungan yang baik maka dia akan kelak menjadi manusia yang baik.

Begitu pula sebaliknya, walaupun mereka lahir di hari baik, jika mereka tidak dipelihara dan berada pada lingkungan yang buruk maka dia akan menjadi orang yang kurang baik.

Jangan mereka yang lahir di wuku wayang dijadikan persoalan, karena setelah mereka sudah di netralisir dengan pebayuh sapuh leger, maka unsur-unsur negatif ke somya, bahkan antara unsur positif dan negatif menjadi seimbang dan diyakini setelah dinetralisir maka perbuatan atau prilaku baik bisa muncul setelah selesai ruwatan.

Tumpek wayang merupakan hari baik untuk memuja Sang Hyang Iswara atau pewayangan dan diupayakan pada pewayangan, dari pewayangan tersebut identik dilakukan unsur seni agar menjadi metaksu atau hidup.

Sartia mengajak seluruh umat agar tidak lupa sehari sebelum tumpek wayang atau pada hari Jumat agar melakukan persembahan atau menghaturkan berupa maseselan yang terdiri dari daun pandan, gunggung medui dengan diikat benang tri datu yang dipersembahkan di depan pintu gerbang.

Tepat pada hari tumpek wayang, umat diharapkan melaksanakan persembahyangan dengan kusuk utnuk memuja Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi atau Bhatara Iswara dengan tulus iklas.

Setelah persembahyangan usai baru seselan yang dihaturkan kemarin dilebar di lebuh pekarangan.

“Sekali lagi saya menekankan, hal buruk yang terjadi setiap hari atau hari suci akan lebih buruk jika diikuti dengan keinginan buruk. Dan sebaliknya, jika hal seburuk apapun jika ditangkal dengan hal baik maka inilah yang disebut mecaru yaitu mengubah energi negatif menjadi positif,” pungkasnya mengakhiri.

Penulis : Budiarta 

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Hujan Guyur Wilayah Sidemen, Tanah Longsor Terjang Rumah Warga Lebu

KARANGASEM, balipuspanews.com - Bangunan rumah beserta tembok penyengker milik warga di Banjar Dinas Lebu Bungbungan, Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem rusak akibat terkena...

Maling Ikan Kepergok, Nyaris Dihakimi Massa

NEGARA, balipuspanews.com - Pencuri ikan yang beraksi di Desa Pengambengan, nyaris dihakimi massa. Beruntung polisi cepat datang dan mengamankan pelaku.Pencuri yang jumlahnya dua orang...
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
5 Waktu Penting Cuci Tangan Dengan Sabun
00:48
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mengantri
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berwisata
00:54
Video thumbnail
Tips Menaiki Pesawat di Masa Pandemi
01:06
Video thumbnail
Hal-hal yang Mesti Diperhatikan Setelah Keluar Rumah
00:48
Video thumbnail
Gaya Hidup Sehat yang Bisa Diterapkan di Tengah Pandemi
01:03
Video thumbnail
Perlengkapan yang Wajib Dibawa Dalam Tas di Masa Pandemi
00:57
Video thumbnail
Protokol Kesehatan di Tempat Ibadah
00:57
Video thumbnail
Tips Berkendara di Masa Pandemi
01:12
Video thumbnail
3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berkunjung ke Suatu Tempat
00:47
Video thumbnail
Langkah Mencegah Kluster Keluarga
01:03
Video thumbnail
Panduan Menggunakan ATM di Masa Pandemi
01:22
Video thumbnail
Tanda Daya Tahan Tubuh Melemah
00:52
Video thumbnail
6 Jenis Salam Pengganti Jabat Tangan yang Populer di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Lindungi Lansia dari Covid-19
00:44
Video thumbnail
Tips Aman Nyoblos di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Pergi Bekerja
00:56
Video thumbnail
Tips Menggunakan Kendaraan Umum di Masa Pandemi
01:05
Video thumbnail
Tips Aman Makan di Rumah Makan di Masa Pandemi
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Memakai Masker
00:50
Video thumbnail
Penggunaan Masker yang Benar
01:18
Video thumbnail
Tips Menjaga Imunitas Tubuh di Masa Pandemi
00:51
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja ke Supermarket
00:57
Video thumbnail
Tips Aman Berjualan di Masa Pandemi
00:45
Video thumbnail
Cara Mencuci Masker Kain Dengan Benar
02:25
Video thumbnail
Manfaat Menggunakan Masker Dengan Benar
00:45
Video thumbnail
Tips Aman Keluar Rumah di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Tips Aman Berbelanja di Pasar di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Harus Dilakukan Driver Taksi Online
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Mesti Dipatuhi Driver Ojek Online di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan Bagi Pekerja di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Tips Aman Menggunakan Taksi Online di Masa Pandemi Covid-19
00:54
Video thumbnail
Tips Aman Menaiki Ojek Online di Masa Pandemi
01:10
Video thumbnail
Tips Aman Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:26
Video thumbnail
7 Langkah Mencuci Tangan Benar
01:09
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:50
Video thumbnail
Etika Batuk yang Benar
00:51
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:49
Member of