Ngaben Massal Griya Babut, Sengguan, Nyitdah mendapat Apresiasi Wabup Sanjaya

Pelaksanaan Ngaben (Pitra Yadnya) yang dilakukan secara bergotong-royong atau Ngaben massal oleh Masyarakat Tabanan
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Tabanan, balipuspanews.com – Pelaksanaan Ngaben (Pitra Yadnya) yang dilakukan secara bergotong-royong atau Ngaben massal oleh Masyarakat Tabanan, selalu mendapat Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Karena sangat sesuai dengan Visi dan Misi Kabupaten Tabanan yakni meringankan beban masyarakat menuju Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi.

Pungkas Wabup Sanjaya di setra Desa Adat Nyitdah, Minggu (15/10) kemarin. Saat menghadiri prosesi Ngaben Massal Ida Rsi Nabe Sinuhun, Griya Babut, Banjar Sengguan, Nyitdah, Kediri yang diikuti oleh 110 diri Sawa Prenawa dan Sawa Preteka serta 57 diri Ngelungah.

Menurut Sanjaya, Ngaben massal yang dilakukan secara gotong-royong sudah tentu dapat meringankan beban masyarakat dan apresiasi wajib diberikan.

“Untuk itu, Tiang hadir ditengah-tengah masyarakat agar bisa secara langsung menyaksikan prosesi pengabenan. Sebagai bentuk apresiasi semangat gotong-royong yang telah ditunjukkan oleh masyarakat”, ucapnya.

Setelah menyaksikan, Dirinya mengaku terkejut melihat prosesi pengabenan di Nyitdah berbeda dibandingkan dengan Desa-Desa lainnya yang ada di Tabanan dan dirinya mengaku baru pertama kali melihat prosesi seperti ini.

“Ngaben ini sangat unik, Tiang baru pertama kali menyaksikan Ngaben yang seperti ini. Ini sangat berbeda dari Daerah lainnya di Tabanan yang pernah saya kunjungi. Mungkin ini sudah merupakan tradisi dari Desa Adat Nyitdah”, akunya.

Pengakuan Beliau diamini oleh Panitia Acara. I Gede Putu Darmayasa selaku Ketua Panitia menuturkan prosesi Nagaben ini memang berbeda dari daerah lainnya yang ada di Tabanan.

“Setelah prosesi pembakaran, kami masyarakat disini yang khususnya mempunyai sawa akan melanksanakan kegiatan mekemit (menginap) di setra. Keesokan harinya dilakukan upacara Ngirag, setelah itu baru dilakukan prosesi penganyutan”, tuturnya.

Dirinya juga menuturkan bahwa Pengabenan pitra yadnya Ida resi nabe sinuhun diiringi 110 diri Sawa dan 57 Ngelungah.

“Wenten pengiring sawa preteka utawi prenawa nika sejumlah 110 diri, ngelungah 57 diri, prosesi di setra adat Nyitdah. Upacara Sawa Preteka keni iuran Rp. 6 juta, Sawa Prenawa keni Rp. 5 juta dan ngelungah Rp. 500 ribu”, lanjutnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa pengabenan ini merupakan inisiatif dari pihak Griya Babut. Setiap ada pihak keluarga Griya yang Lebar (meninggal). Sudah mengambil ancang-ancang atau menyiapkan upacara pitra yadnya. Tinggal kami sebagai panitia menyampaikan ke warga ataupun semeton kapan kita melaksanakan upacara tersebut.

“Kita bersurat ke wargi yang ada di beberapa kabupaten di Bali temasuk wargi Nyitdah. Nika yang tiang sampaikan, ada respon kita kumpulkan bersama, kita bangun upacara Pitra Yadnya seperti ini”, akunya.

Dijelaskannya, Pengabenan diikuti oleh seluruh warga Nyitdah yang mempunyai sawa dan ada juga dari luar Desa dan luar Kabupaten. Di luar desa ada dari Klating dan Tegal temu, luar kabupaten ada dari Singaraja dan Negara.

Dirinya juga melaporkan bahwa total penghabisan dari Upacara Pitra yadnya ini sebesar Rp. 800 juta. Dana bersumber dari iuran warga yang mempunyai sawa, bantuan pihak lain, pihak Griya dan tentunya dari Pemerintah Kabupaten Tabanan, jelasnya.

Nampak juga hadir pada kesempatan tersebut, Beberapa anggota DPRD kabupaten Tabanan, yakni, Edi Wirawan dan Desta Kumara. Hadir pula Camat Kediri I Made Murdika serta Perbekel dan Tokoh Masyarakat setempat.

 

Tinggalkan Komentar...