Kapolres tunjukkan pelaku beserta barang bukti.
Kapolres tunjukkan pelaku beserta barang bukti.
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Masyarakat yang memiliki sepeda motor kredit dan masih menunggak cicilannya agar berhati-hati dengan debt collector yang ingin melakukan penyitaan, jika tidak ingin nasibnya seperti Solah Hudin (32), Dimana sepeda motor Honda CBR yang dicicil warga Banjar Munduk, Desa Tukadaya, Melaya itu disita oleh Haris Djanuarta (32) debt collector gadungan.

Perbuatan yang dilakukan oleh Haris Djanuarta itu berawal pada Rabu (2/10) dia disuruh oleh Irul Anwar untuk mengecek sepeda motor Honda CBR warna putih kombinasi oranye F 4070 TT melalui Ponselnya mengunakan aplikasi Super Matel.

Hasilnya sepeda motor tersebut menunggak pembayaran kredit selama 900 hari. Setelah tahu kalau sepeda motor itu lama menunggak cicilan, dan Irul Anwar sudah mengetahui posisi motor itu, dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat Dk 3569 ZT mereka kemudian menuju ke toko Firman Indah Optical di jalan Gunung Agung 58 Lingkungan Ketugtug, Loloan Timur, Jembrana.

Di toko itu mereka lalu menemui Solah Hudin dan menanyakan apakah benar sepeda motor Honda CBR itu menunggak pembayaranya. Solah Hudin, membenarkan kalau motor miliknya itu masih menunggak cicilan.

Kemudian Solah Hudin balik bertanya kepada Haris Djanuarta, darimana ?. Haris Djanuarta lalu mengaku kalau dirinya adalah petugas dari Finance PT Nusa Surya Ciptadana (NSC) dan hendak mengamankan sepeda motor Honda CBR itu.

Dengan nada keras dan memaksa Haris Djanuarta juga menyampaikan jika sepeda motor itu tidak diijinkan untuk diamankan maka akan dipersulit saat pelunasanya.

“Karena takut Solah Hudin akhirnya terpaksa menyerahkan sepeda motor itu,” ungkap Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Selasa (8/10).

Oleh Haris Djanuarta, Solah Hudin diberikan surat dari PT NTSC penyerahan kembali sepeda motor itu lalu sepeda motor Honda CBR itu dibawa.

“Solah Hudin kemudian melapor dan anggota Reskrim melakukan penyelidikan hingga pelaku berhasil ditangkap bersama barang bukti sepeda motor Honda CBR itu. Sementara temannya Irul Anwar masih DPO,” jelasnya.

Dari hasil pemerikskaan, Haris Djanuarta mengaku kalau dirinya memang mencari sepeda motor Honda CBR karena ada seseorang yang memesan. Dia sengaja mencari sepeda motor yang cicilannya nunggak agar mendapat harga yang lebih murah.

“Dari hasil koordinasi penyidik dengan PT NTSC, ternyata Haris Djanuarta bukan karyawan perusahaan finance itu. PT NTSC juga tidak pernah mengeluarkan surat penyerahan kembali sepeda motor tersebut,” ungkapnya.

Dari pengakuan Haris Djanuarta Surat penyerahan kembali sepeda motor itu diketik sendiri lalu diperbanyak dengan di photocopy. ”Pelaku sebelumnya memang pernah bekerja di Suzuki Finance Jember selama enam bulan.

Dia mengambil sepeda motor tersebut untuk dijual kembali dengan harga murah agar mendapat uang,” jelasnya. Atas perbuatanya itu dia dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara dan atau pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (nm/bpn/tim)