Selasa, Juli 23, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalNgaku Meminjam, Residivis Bawa Kabur Scoopy

Ngaku Meminjam, Residivis Bawa Kabur Scoopy

JEMBRANA, balipuspanews.com– DDP,42, memang bisa mengibuli Lukman H,17,. Sehingga residivis asal , Kelurahan Candipurwo, Kecamatan Candi Purwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, itu berhasil membawa kabur sepeda motor milik pengusaha odong-odong itu.

Namun dia tidak bisa berkelit dari kejaran anggota Reskrim Polres Jembrana sehingga kini dia kembali akan dijebloskan ke penjara.

Awalnya mereka berkenalan sekitar 5 bulang lalu saat DDP mengajak anaknya main odong-odong milik Lukman H. Keduanya semakib akrab karena DDP sering mengajak anaknya main odong-odong dan sambik menunggu anaknya main, mereka ngobrol.

Kemudian pada Jumat (30/6/2023) sekitar pukul 19.00 Wita DDP yang tinggal sementara di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, berkunjung ke tempat kost korban di kost yang di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana.

Mereka sempat ngobrol lalu DDP meminta korban untuk membelikan minuman di toko di sebelah selatan kos tersebut.

“Saat korban keluar itulah pelaku mengambil sepeda motor korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Androyuan Elim, Selasa (4/7/2023).

BACA :  Tiga Motor Alami Kecelakaan, Satu Orang Meninggal

DDP bisa mengambil sepeda motor Honda Scoopy warna merah kombinasi hitam DK 2880 ZH milik korban yang terparkir di depan kost itu karena kuncinya masih nyantol.

Saat korban keluar dari toko tersebut dia sempat bertemu dengan DDP yang mengendarai sepeda motor milik korban.

“Pelaku mengatakan motor pinjam dulu dan langsung pergi ke arah barat tanpa menunggu jawaban dari korban. Korban sempat menunggu pelaku di kost namun pelaku tidak kunjung datang. Akhirnya keesokan harinya korban melapor ke polres,” jelasnya.

Setelah menerima laporan itu anggota Reskrim kemudian diperintahkan melakukan penyelidikan dan diketahui DDP berada di kost nya di Desa Pergung. Lalu pada Minggu (2/7/2023) pukul 17.00 Wita berhasil ditangkap.

“Dan dari hasil introgasi pelaku mengakui perbuatannya. Rencananya sepeda motor itu dipergunakan sendiri oleh pelaku dan nomor polisinya diganti,” ungkapnya.

Atas perbuatanya DDP dipersangkakan melanggar Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

“Pelaku merupakan residivis kasus penggelapan uang pada tahun 2013 di daerah Malang. Pelaku juga mengakui melakukan pencurian sepeda motor dan handphone di daerah Songgon, Banyuwangi,”terangnya.

BACA :  Pura Mandara Giri Semeru Agung Gelar Karya Panca Wali Krama Ketiga, Pj Gubernur Hadir Dipuncak Acara

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular